Breaking

Atap Rumah Menyerupai Daun Nan Rupawan

16401_10X15_080515_072D

Bentuk atap ini terinspirasi dari arsitektur suku Indian di Brasil yang sangat cocok dengan iklim panas dan lembab di lokasi proyek yaitu Angra dos Reis, satu jam dari Rio de Janeiro. Atapnya menyerupai sebuah daun besar yang melindungi bangunan dari terik matahari.

16401_10X15_080515_075D

Ruang terbuka di tengah merupakan bagian yang amat penting karena melambangkan esensi desainnya. Ruang-ruang ini adalah area sosial di mana pemilik rumah dan tamunya menghabiskan hampir seluruh waktu mereka.

16401_10X15_080515_082D

Ruang-ruang tinggi  yang bervariasi antara 3 sampai 9 meter ini menjadi aliran udara dari laut masuk dengan pas secara longitudinal ke bangunan. Menyediakan ventilasi alami dan pendinginan pasif dari ruang tertutup maupun terbuka.

16401_10X15_080515_009D

Arsiteknya, MAREINES + PATALANO ARQUITETURA melihat hal ini sebagai ekofisiensi teknologi rendah yang memiliki dampak yang paling besar, juga merupakan konsep dari desain arsitekturnya.

16401_10X15_080515_019D

Arsitek dan kliennya mengerti ide dari rumah pantai tropis sebagai indikasi untuk meningkatkan interaksi antara manusia dengan alam, serta mencoba sedapat mungkin untuk tidak memisahkan manusia dan alam seutuhnya.

16401_10X15_080515_044D

Di dalam rumah tak ada koridor, dimana ruang dalam dan luar hampir menyatu. Banyak pintu geser yang membuka ruang tertutup sehingga angin laut masuk ke lansekap di lantai dasar. Juga ada kolam renang meliuk mengalir ke rumah.

16401_10X15_080515_026D

Terdapat kolam dengan tanaman air dan ikan di dekat ruang makan formal sampai ke belakang beranda. Beranda ini adalah tempat  beristirahat dengan 5 hammock bergaya suku Indian khas Brasil.

16401_10X15_080515_028D

Kami menamai ruang ini “Brazilian lounge”. Struktur atasnya terbuat dari kayu diplitur (eukaliptus, sebuah pohon dari Australia yang ditanam di Brazil sebagai sumber material yang cepat terbarukan) berukuran besar (paling besar 20 meter di Brazil) dengan kualitas prima dan estetika hangat.

16401_10X15_080515_049D

Atapnya ditutup kayu berukuran kecil (pinus taeda – juga sumber material terbarukan yang tumbuh dengan cepat) karena mudah beradaptasi dengan kompleksi permukaannya. Air hujan dikumpulkan menggunakan kolom baja di tengah untuk digunakan kembali untuk taman dan menyiram toilet. Semua permukaan rumah kecuali kaca dan tembaga pre-oxidized, berbahan alami.

16401_10X15_080515_051D

Proyek ini juga memakai banyak material yang memperhatikan lingkungan, seperti ubin abu-abu dari batu di site, jalinan bambu, kayu lokal dari hutan industri, lantai semendan kayu dari posko listrik tua.

16401_10X15_080515_054D

Penggunaan material alami, sifat transparan kaca, sifat netral dari tembaga pre-oxidized berhubungan dengan site yang hijau, lansekap alami, komposisi organik dari rumah, tekstur yang sangat beragam serta irama yang terlihat dari sebuah realitas yang sangat diinginkan: sensasi nyaman dalam harmoni alam Brasil yang bersemangat.

16401_10X15_080515_064D

Location /Angra dos Reis, Rio de Janeiro, Brasil/Design date:2006/2007/Completion date: 2008/Site area: 40.000,00 m2/Built area: 800,00 m2

Project: Mareines + Patalano Arquitetura / www.mareines-patalano.com.br  / e-mail: contato@mareines-patalano.com.br

Architects: Ivo Mareines, Rafael Patalano, Paula Costa, Flávia Lima, Rafael Pretti

Construction:Laer Engenharia / Light design: Airton Pimenta / Landscape design:Marita Adania / Interior Design:Mareines + Patalano Arquitetura

Consultants: Mechanical, electrical and plumbing: Laer engenharia / Steel structure: Abilitá projetos / Laminated woodstructure: Andreas Hösch / Sources:Laminated wood: Esmara estruturas de madeira / Windows: Eurocentro / Copper: NDidini

Furniture: Mareines + Patalano Arquitetura, Llussá Marcenaria, Carlos Mota, Tora Brasil, Pedro Useche, Magis-Chair one

Photos / Leonardo Finotti

16401_10X15_080515_058D

16401_10X15_080515_056D

16401_10X15_080516_001D

16401_10X15_080516_004D

16401_10X15_080516_006D

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*