Breaking

Cara Mendesain Apartemen Mungil Yang Fungsional, Praktis dan Efisien

Credenza multi fungsi dibuat melayang. Ruangan terasa luas dengan pintu cermin yang merefleksikan ruang. Batu-batu flores putih di bawah hadirkan kesan natural.


Desain interior apartemen mungil dengan luas 55 meter persegi ini memiliki kriteria harus dapat mengakomodir gaya hidup urban yang fungsional, praktis, dan fleksibel.

2

Menciptakan meja multifungsi dan dapat mobile. Di depan credenza terdapat meja pantry island multifungsi yang dapat digunakan sebagai meja dapur, meja makan atau meja kerja. Untuk kemudahan pengaturan, meja kerja/meja pantry island ini dipasangi roda agar dapat digeser-geser sesuai keperluan.

Sandaran tangan furnitur untuk tempat penyimpanan. Desain  furnitur yang cermat salah satu kiat untuk menciptakan tata ruang yang nyaman.

Sandaran tangan furnitur untuk tempat penyimpanan. Desain furnitur yang cermat salah satu kiat untuk menciptakan tata ruang yang nyaman.

Apabila perlu ruangan yang luas dan kapasitas meja makan cukup untuk 2-3 orang, pantry island ini tinggal digeser merapat ke dinding. Apabila perlu kapasitas meja makan untuk 4-5 orang, meja makan dapat digeser ke tengah ruangan sehingga dua sisi meja makan dapat dioptimalkan. Kombinasi material stainless steel untuk top table pantry dan kaca sandblast untuk daun meja makan memberikan kesan modern yang clean and simple.

Menciptakan meja multifungsi dan dapat mobile. Untuk kemudahan pengaturan, meja kerja atau meja pantry island dipasangi roda agar dapat digeser-geser sesuai keperluan.

Menciptakan mebel melayang atau tersembunyi di kamar tidur utama. Di kamar tidur utama, ranjang dan meja rias dipasang melayang agar ruang terkesan lapang. Cermin meja rias difungsikan juga sebagai rak mini yang dapat digunakan untuk menyimpan kosmetik atau alat-alat rias lainnya, sehingga meja tidak berantakan. Prinsipnya, mebel yang melayang atau yang tersembunyi. Ditambah dengan penyamaran mebel dengan pintu cermin akan memberikan kesan ruang yang lebih lapang.

Kamar tidur anak simpel berkreasi dengan indirect lamp.

Kamar tidur anak simpel berkreasi dengan indirect lamp.

Merancang dipan dengan laci-laci sebagai tempat penyimpanan. Prinsip yang sama diterapkan untuk penataan kamar tidur anak. Dipan tempat tidur kelihatan hanya sebuah frame box untuk matras, namun di dalamnya terdapat beberapa laci yang berfungsi sebagai lemari baju dan buku.

Bahkan salah satu lacinya dapat digunakan sebagai laci sekaligus nakas atau dimasukkan ke dalam dipan bila tidak diperlukan sehingga ruang kamar tidur yang hanya berukuran 2,25×3,00 meter ini tidak sesak dipenuhi berbagai mebel permanen lainnya.Menciptakan pencahayaan tak langsung (indrect uplight). Level plafon eksisting apartemen biasanya cukup rendah karena itu dibuat lampu indirect uplight pada area ruang makan yang menyatu dengan ruang keluarga, sehingga proporsi ruang terasa lebih tinggi.

Kreasi dipan dengan laci-laci sebagai tempat penyimpanan. Dipan tempat tidur kelihatan hanya frame box untuk matras. Di dalamnya ada laci-laci multifungsi.

Credenza berpintu cermin di sebelah entrance menjadi mebel penerima yang berfungsi sebagai rak serba guna [bisa untuk storage, tempat sepatu-sandal, atau tempat pesawat telepon]. Penempatan credenza sengaja dibuat melayang agar ruangan tetap terasa luas dan lantai di bawah credenza ditaburi batu flores putih untuk mendapatkan kesan natural.

Memadu-madankan warna bisa menciptakan karakter ruang. Pemilihan warna mebel untuk ruang semi privat didominasi dengan warna merah dan background putih. Kesan yang ingin ditampilkan tentunya berani dan percaya diri dengan gaya hidup urban yang praktis dan dinamis. Untuk kamar tidur, perpaduan aksen warna abu untuk background dengan warna darkbrown, memberikan keteduhan dan nuansa modern minimalis.

Nama: Unit Apartment Braga Citywalk 18 H, Bandung

Interior Designer: Genesis +

Design team: Yohan Tirtawijaya dan Natalia

Foto: Daniel Samad/Majalah Building Indonesia

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*