Breaking

Hunian Berkonsep Double Deck Hadirkan Lansekap Asri


Town houseini menawarkan konsep double deck dengan olahan lansekap asri di atasnya. Di dalam tapak yang tidak beraturan dengan luasan ±7.700 m², mengharuskan arsiteknya berpikir keras menghadirkan 46 unit rumah tiga lantai dengan luasan antara 218 m² – 270 m²/unit.

Selain menggunakan double deck, bangunan town house ini juga menerapkan sistem paraped menata unit hunian

Selain menggunakan double deck, bangunan town house ini juga menerapkan sistem paraped menata unit hunian

Bentuk tanah yang tidak kotak dan tidak beraturan karena pembebasan tanahnya sebagian-sebagian—menjadi tantangan tersendiri. Bentuk tanah ada yang memanjang, melebar, dan menipis. Selain itu, konsepnya harus green. Tantangannya adalah tanah terbatas, unit yang diminta banyak, dan harus ada taman. Sementara itu, tidak mungkin orang Jakarta yang akan tinggal di town house tidak memiliki kendaraan roda empat.

Parkir, garasi, dan semua lalulintas ada di bawah. Keberadaan decking hanya diperuntukkan untuk lansekap

Parkir, garasi, dan semua lalulintas ada di bawah. Keberadaan decking hanya diperuntukkan untuk lansekap

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, arsitek Arch Dipl Ing Cosmas D Gozali IAI, menciptakan satu sistem double decking. Dimana parkir, garasi, dan semua lalulintas ada di bawah. Kemudian dibuat decking yang hanya diperuntukkan untuk lansekap. Mobil tidak akan pernah terlihat dari kebun.

Hadir ruang-ruang komunal sebagai wadah untuk berinteraksi sosial antarwarga

Hadir ruang-ruang komunal sebagai wadah untuk berinteraksi sosial antarwarga

Town houseini memiliki rancangan berbeda dengan town house lainnya, karena selain menggunakan double deck, town house ini juga menerapkan sistem paraped dalam penataan unit huniannya,” jelas Cosmas. Sistem paraped memungkinkan hunian memiliki ruang-ruang komunal di tengahnya sebagai bentuk terhadap penghargaan nilai-nilai khas orang Asia yang senang bersosialisasi antar sesama tetangga.

Luas rumah rata-rata 250 m² memiliki 4 kamar tidur dengan courtyard di tengah-tengah bangunan. Selain taman nan hijau, hunian ini juga dilengkapi pool

Luas rumah rata-rata 250 m² memiliki 4 kamar tidur dengan courtyard di tengah-tengah bangunan. Selain taman nan hijau, hunian ini juga dilengkapi pool

Lahirnya bentuk double decking tersebut tak lepas dari penelitian yang dilakukan arsitek, mengenai bentuk-bentuk bangunan yang ada di kompleks perumahan di keraton Bali atau Jawa, yang memiliki bale di tengah bangunan. “Bila kita lihat tata kota rumah-rumah tradisional kita, maka akan ditemui banyak ruang komunal bersama, dan bangunannya mengelilingi ruang komunal tersebut, yang biasanya dimanfaatkan menjadi ruang pertemuan. Nah, konsep inilah yang diterapkan,” papar Cosmas.

6

Sistem paraped memungkinkan hunian memiliki ruang-ruang komunal di tengahnya sebagai bentuk terhadap penghargaan nilai-nilai khas orang Asia yang senang bersosialisasi antar sesama tetangga.

Sebenarnya bangunan town house ini sangat Asia, walaupun bentuk bangunannya modern, tetapi jiwanya amat Asia. Maka arsitek menciptakan kembali ruang-ruang komunal. “Mengapa saya mengambil konsep ruang komunal? Karena kehidupan masyarakat kota Jakarta semakin hari semakin individual. Jadi, saya mau mengembalikan lagi kebiasaan kita yang lama, dimana kita berinteraksi sosial dengan tetangga menjadi lebih banyak,” ungkap Cosmas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bila diteliti master plannya, tanahnya tidak beraturan bentuknya. Unit yang diinginkan banyak, ditambah lagi kebutuhan akan taman bersama, parkir, lalulintas kendaraan, yang tentu saja membutuhkan solusi masterplan yang cerdas. Saya kembali mengingat bahwa walaupun bentuk bangunannya modern, sebenarnya konsepnya sangat tradisional.

1

Living room dan dining room langsung memiliki akses ke lansekap. Kamar tidur yang paling atas memiliki view mengarah ke lansekap. Hadirkan kenyamanan bagi anak-anak dan orang tua.

Living room dan dining room langsung memiliki akses ke lansekap. Kamar tidur yang paling atas memiliki view mengarah ke lansekap. Sehingga, nyaman bagi anak-anak dan orang tua. Tercipta suasana lingkungan yang asri dan bebas polusi. Selain itu, mampu memberi kesan tampilan taman yang begitu luas karena tidak terpotong oleh jalan dan parkir. Area taman didominasi dengan unsur air di antara ruang bersama yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti kolam renang, taman tropis, dan area barbeque.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setiap rumah memiliki lantai dasar (di bawah deck lansekap) yang difungsikan sebagai area servis dan parkir kendaraan. Lantai satu dipakai untuk ruang bersama dengan bukaan yang lebar ke arah taman, sedangkan lantai dua merupakan area privat bagi setiap anggota keluarga.

Luas rumah rata-rata 250m² dengan 4 kamar tidur. Dimana, 1 master bedroom, 2 kamar tidur anak dan 1 kamar tidur tamu. Setiap unit rata-rata memakai tanah hanya 84m² (6 x 14). Dengan areal tanah yang minimal, masih ada courtyard di tengah-tengah bangunan. Kehadiran courtyard ini membuat semuanya menjadi berbeda.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Semua bangunan berorientasi ke dalam. Arsitek bagai membentuk kota kecil, dimana ada plaza, jalan, kolam dan sebagainya. Kompleks ini menjadi unik seperti own city.

Nama:Town house Lokasi: De Oaze,Tomang, Jakarta Barat Arsitek:PT Arya Cipta Graha Principal Architect: Arch Dipl Ing Cosmas D Gozali IAI Total Rumah:46 unit, 3 lantai, 4 kamar tidur LuasTanah: ±7.700m², Luas Bangunan: 218m² – 270m²/unit Foto: Doc.PT Arya Cipta Graha

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*