Breaking

Inovasi Pencahayaan dan Ruang di Erasmus Medical Studies Centre

3_Education Center -¬Bart Gosselin

Inovasi pencahayaan dan ruang di Erasmus Medical Studies Centre yang merupakan renovasi dari bangunan lama yang merupakan bagian dari akademis gedung Erasmus MC. Sebuah atrium baru yang lebih berguna untuk menghubungkan berbagai ruang baru untuk kegiatan pendidikan akademis, penelitian dan fasilitas perawatan pasien.

5_Education Center -¬Bart Gosselin

Bangunan ini memiliki ruang dan cahaya yang luas serta atap tinggi menggunakan banyak kaca. Pada awalnya tempat ini adalah ‘level 2’, sebuah halaman eksterior beraspal yang diharapkan oleh perancang lama untuk memandu pengguna ke sebuah rute yang menarik sepanjang kompleks.

6_Education Center -¬Bart Gosselin

Tempat yang menghubungkan ini tidak pernah benar-benar bekerja sesuai fungsinya. Sekarang tempat ini diubah menjadi sebuah atrium yang lebih berguna untuk menghubungkan berbagai ruang edukasional baru.

8_Education Center -¬Bart Gosselin

Di atrium ini terdapat area belajar yang terlindung, dengan furniture diskalakan sesuai kebutuhan ruang untuk aktivitas kelompok belajar. Karpet merah dan kayu kenari gelap menciptakan suasana lembut di sepanjang ruang publik, yang berbatasan dengan rak buku dengan panjang 35 meter dan tinggi 4 lantai.

14_Education Center -¬Bart Gosselin

Di seberangnya terdapat ruang-ruang kuliah yang menjorok ke luar. Tempat-tempat belajar berjejer dari pintu masuk dilengkapi dengan counter layanan, sofa besar, jendela mengarah ke kota serta teras luar yang luas. Di luar jendela terdapat lorong yang berada di sepanjang tepi atas tempat-tempat belajar, berfungsi sebagai akses ke ruang-ruang kuliah.

11_Education Center -¬Bart Gosselin

 

Tangga beton di lorong merupakan bekas konstruksi lama, yang pada awalnya merupakan bagian luar namun sekarang menjadi bagian dari interior.Membuat ruang baru dari bangunan yang sudah ada merupakan tantangan utama arsitektural.

1_Education Center -¬Bart Gosselin

Karakteristik bangunan lama sudah sepenuhnya diteliti. Walaupun terlihat bertentangan, pengetahuan ini secara strategis digunakan untuk menciptakan sebuah desain dengan atmosfer baru.

12_Education Center -¬Bart Gosselin

Dengan adanya pola kompleks lama dan memakai penunjang yang ada, pusat studi ini menunjukkan dirinya sebagai sebuah ruang yang bebas dan terbuka. Berbagai jurusan akademis dalam fakultas farmasi ditampung di sini. Tampak luar dari bangunan ini  tidak kalah bagus dengan interiornya. Terdapat sebuah jendela besar sehingga pengguna dapat melihat aktivitas dari luar dan dalam bangunan.

2_Education Center -¬Bart Gosselin

Inovasi pencahayaan dan ruang di bangunan ini memberi penekanan atap baru terhadap bagian dari kompleks yang ada merupakan sebuah ide yang cemerlang. Atapnya memiliki kaca dan kasau lubang berukuran manusia. Sebuah struktur grid 10×10 meter yang merupakan ukuran maksimum produksi pabrik, serta pola-pola segitiga memberikan langit-langit berkesan bersih. Atapnya menciptakan suasana luas, menyediakan penerangan serta meredam kebisingan. Balok beton dari konstruksi berumur 50 tahun, digunakan untuk menanggung beban.

9_Education Center -¬Bart Gosselin

Erasmus Medical Centre menampung kegiatan pendidikan akademis, penelitian dan fasilitas perawatan pasien. Tempat-tempat tersebut sekarang dihubungkan oleh sebuah koridor lebar di sepanjang kompleks. Dua tangga monumental menandai jalan masuk interior ke pusat studi. Spiral putih ramping menandakan ruang dan cahaya yang melimpah dalam interior.

10_Education Center -¬Bart Gosselin

15_Education Center -¬Aerophoto Schiphol

Tim arsitek KAAN Architecten

Tim arsitek KAAN Architecten

Programme: Renovation and 6.700 m2 extension of the Education Center of the Erasmus Medical Center Location: Rotterdam, The Netherlands
Client: Erasmus MC Directie Huisvesting, Rotterdam, The Netherlands
Design: 2006 – 2009
Construction: November 2010 – March 2013
GFA: 34.000 m2

Project team: Allard Assies, Luca Baialardo, Timo Cardol, Sebastian van Damme, Luuk Dietz, Paolo Faleschini, Raluca Firicel, Michael Geensen, Renata Gilio, Walter Hoogerwerf, Michiel van der Horst, Kees Kaan, Giuseppe Mazzaglia, Eric van Noord, Hannes Ochmann, Vincent Panhuysen, Antonia Reif, Dikkie Scipio, Shy Shavit, Koen van Tienen, Aldo Trim, Noëmi Vos

Project management: KAAN Architecten, The Netherlands. Website: http://kaanarchitecten.com/ E-mail: info@kaanarchitecten.com

Main contractor: J.P. Van Eesteren, Barendrecht, The Netherlands
Advisor construction: Aronsohn Raadgevende Ingenieurs, Rotterdam, The Netherlands Advisor technical installations: Royal Haskoning, Rotterdam, The Netherlands Advisor building physics: DGMR, Arnhem, The Netherlands
W installations: Wolter en Dros, ’s-Hertogenbosch, The Netherlands
E installations: Kuijpers, Amersfoort, The Netherlands

Photographers: Bart Gosselin, Sebastian van Damme, Airophoto Schiphol/Marco van Middelkoop

Leave a comment

Your email address will not be published.


*