Breaking

Memadukan Babershop dan Minuman

Apa jadinya jika pangkas rambut dipadukan dengan usaha minuman? Kreasi itulah yang dilakukan salah satu pelaku bisnis pangkas rambut Pak Tony untuk menyelamatkan usaha pangkas rambutnya yang kian sepi. Upaya yang ia lakukan untuk bangkit ternyata berbuah manis.

Ide cemerlang itu bermula ketika ia menyikapi persaingan bisnis pangkas rambut yang kian sengit di kotanya.  Hampir setiap saat Pak Tony Adam memeras otaknya untuk menghalau agar customernya tidak semakin berkurang. Usaha kerasnya menemukan jalan keluar.  Dan itu dimulai ketika di salah satu malam minggu, sehabis perjalanan dari tempat sahabatnya, ia mampir ke tempat minum untuk melepas penatnya.

Rupanya di tempat itulah usaha memeras otaknya mulai menunjukkan titik terang. Sebuah ide yang cukup unik. Malah ide yang cukup brilian.  “Pangkas rambut dan bar.” Dua dunia yang menurut pemikirannya layak dicoba.

Terobosan yang dilakukannya tersebut awalnya hanya ia tawarkan secara pribadi pada pelanggan setianya. Melihat sambutan yang cukup baik, kemudian pria yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia perpangkasan rambut itu melihat jauh ke depan akan peluang yang bisa ia kembangkan.

Agar upayanya tersebut tidak hanya asal ada, maka ia meminta bantuan teman arsiteknya untuk merancang konsep pangkas rambut plus dengan aneka minuman yang tampil natural namun berkelas.

Layaknya bar di resto, bagian depan tamu disambut dengan sofa panjang dan di bagian depan meja tinggi dengan nuansa kayu dengan bagian belakang etalase dilengkapi dengan aneka minuman.

Tiga buah kursi pangkas rambut yang cukup unik berjejer menghadap cermin besar. Kesan bersih dilengkapi dengan dua wastafel untuk membesihkan tangan. Suasana yang hangat dikontrol dengan baik. Tiga buah lampu tepat berada di atas kursi. Dengan tidak banyak pernik, ruangan ini menjadi lebih luas. Tentu saja ini memberikan kesan nyaman dan lapang bagi customer. Pewarnaan ruang juga berkesan teduh dengan pilihan warna agak keabuan.

Aneka perlengkapan pangkas rambut di tata dengan amat baik layaknya ruang pamer di mal. Demikian pula ruang untuk bersih kepala disajikan layaknya ruangan di spa.

Tampaknya kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan Pak Tony tidak mengecewakan. Mungkin dia sudah memikirkan juga untuk segera membuat ciri khas pangkas rambutnya sebagai merk dagang untuk dijadikan franchise. Ah, Pak Tony ini bisa-bisa aja.

 

Proyek : Tony Adam’s Babershop / Tipe : Interior Usaha Babershop / Photography: BoysPlayNice / www.boysplaynice.com

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*