Breaking

Memadukan Bukaan di Ketinggian dan Hijaunya Taman

Hadir di dataran tinggi yang tenang, rumah menyuguhkan pemandangan yang berbaur dengan hijaunya rumput dan aneka bunga di taman. Kreasi bukaan-bukaan interior menyatukan rumah dengan lingkungannya.

Berada di dataran tinggi di pinggiran kota, rumah tinggal hadir di tengah kesunyian. Lokasinya yang di ketinggian memberi keuntungan berupa pemandangan yang luas baik ke arah kota maupun danau. Dengan luas tanah 830 meter persegi hunian yang menghadirkan banyak bukaan mempunyai luas bangunan 435 meter persegi.

Bangunan dibagi tiga lantai. Lantai pertama dan kedua dimanfaatkan untuk tempat tinggal sedangkan besmen untuk garasi dengan dua tempat parkir mobil. Lantai pertama difungsikan untuk ruang keluarga, dapur, ruang tamu, dan kamar mandi. Ruang keluarga yang luas dengan bukaan kaca menyuguhkan pemandangan yang lepas di kejauhan, sementara di sekitar rumah dihijaukan taman rumput, semak, pepohonan rendah, dan lansekap yang didukung batu-batu besar.

Lantai kedua dimanfaatkan untuk kamar tidur utama dengan kamar mandi, ruang pakaian dan sebuah studio. Bukaan-bukaan yang luas di lantai satu diteruskan ke lantai dua. Tempat tidur mendapat penyinaran alami yang cukup di siang hari. Sedangkan sirkulasi udara alami dapat diperoleh dengan membuka pintu kaca besar dengan cara digeser.

Akses masuk ke rumah melalui tangga di samping taman bertingkat menuju ke lantai pertama dengan ruang terbuka dari pintu masuk ke atap lantai dasar. Selain itu, lantai satu dapat pula dicapai dari lantai besmen. Hamparan taman luas yang mengitarinya menyuguhkan pekarangan sekitar rumah menghijau dengan beragam jenis bunga. Memberi banyak bukaan pada tanah dengan hanya membangun separuh dari lahan yang tersedia juga menjadi komitmen untuk memperhatikan lingkungan sekitar.

Tangga akses di samping menyuguhkan tiga kotak besar undakan berwarna batu bata yang memberi tiga jenis tanaman. Yakni pohonan, semak-semak, dan bunga. Bunga yang dipilih lavender menghasilkan aroma juga sensasi warna. Semua lantai di teras terbuat dari batuan berwarna abu-abu.

Struktur bangunan dari beton bertulang. Sementara bagian lantai terbuat dari beton kemudian di atasya ditutup dengan ubin putih. Dinding mempunyai dua lapis batu bata dimana di bagian tengahnya diberi lapisan isolasi.

Untuk menikmati pemandangan yang lepas, rumah didominasi jendela-jendela besar yang membuka ke arah lansekap. Kaca jendela merupakan kaca insulasi ganda yang memberi kenyamanan pemilik ketika menikmati pemandangan dari dalam rumah. Untuk menjaga privasi, di setiap jendela dilengkapi roller blinds.

Tentang arsitek

Duilio Damilano, pendiri dari DAMILANOSTUDIO ARCHITECTS, lahir di Cuneo, bagian Utara Italia pada 1961. Dia tertarik mengembangkan arsitektur dari aspek objek atau material. Pengembangan ini diakuinya terinspirasi oleh ayah dan saudaranya yang sama-sama pematung. Pada tahun 1990 ia membuka biro arsitektur melanjutkan penelitiannya melalui proyek-proyek arsitektur baik di skala nasional dan internasional.

Ia cukup aktif dalam pameran termasuk dalam skala internasional. Termasuk ambil bagian dalam perayaan ke-13 Venice Biennale of Architecture di paviliun Italia. Karyanya Oficina Vidre Negre dipilih untuk Mies van der Rohe Prize pada tahun 2013. (Kunjungi: http://buildingindonesia.co.id/simbol-dinamis-kantor-vidre-negre/)

Proyek Elle Maison / Tipe Rumah Tinggal / Lokasi sekitar Genewa, Swiss / Luas lahan 830 m2 / Luas bangunan 435 m2 / Terbangun 2016 / Tim DAMILANOSTUDIO ARCHITECTS http://www.damilanostudio.com/ Pimpinan proyek Arch. Duilio Damilano / Berkolaborasi dengan Arch. Enrico Massimino dan Arch. Alberto Pascale / Fotografer Andrea Martiradonna / http://www.martiradonna.it/

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*