Breaking

Memberi Kesan Rumah Besar Dengan Desain Serba Terbuka

Hunian seluas 120 m² ini tampil dengan pengolahan komposisi dasar geometris simpel berupa kotak dan persegi panjang yang diselaraskan dengan warna putih pada semua dinding bangunan.

3

Memberi kesan rumah besar, dapat dihadirkan, walaupun tanahnya kecil berukuran 6m x 20m, arsitek tetap membuat courtyard di tengah bangunan, bahkan dilengkapi air terjun dan kolam ikan. Rumah ini simpel, dengan dominasi warna putih pada pengolahan interior dan permainan bidang cermin, membuat ruang dalam rumah ini menjadi berkesan luas dan memberi kesan rumah besar.

6

Bangunan ini sudah mengalami renovasi dua kali. “Yang pertama pada tahun 1991, waktu itu saya hanya melakukan sedikit penambahan pada bangunan lama. Sedangkan renovasi kedua dilakukan secara total setelah rumah ditempati belasan tahun. Ketika renovasi total dilakukan, hanya beberapa struktur beton yang masih dipertahankan dan bangunan dibuat tingkat,“ jelas arsitek Cosmas D Gozali.

1

Sang arsitek bereksplorasi dengan memakai bahan kayu jati sebagai aksen kuat yang dipasang acak di pintu masuk utama dan pada anak tangga. Sistem tata cahaya globalnya (general lighting) memancarkan sinar white warmth. Sistem lighting menggunakan timer, jadi kalau sudah gelap sekali baru lampu menyala secara otomatis, sehingga hemat energi. Memberi kesan rumah besar di hunian ini dihadirkan tiga kamar tidur dengan master bedroom yang cukup unik karena memiliki mezanin.

2

Memberi kesan rumah besar dihadirkan dengan inner court memungkinkan udara dan cahaya dapat masuk dengan leluasa ke seluruh ruangan, menjadikan rumah ini ramah terhadap lingkungan. Dapur bersih diletakkan tepat menghadap inner court bertujuan mengeluarkan asap secara langsung. Ini merupakan solusi yang tepat bagi rumah di kawasan urban dengan lahan terbatas, namun tetap memperhatikan kenyamanan ruang dalam rumah sehingga terasa lebih hommy danmemberi kesan rumah besar

4

Penggunaan skylight pada inner court serta jembatan yang menggunakan rangka jilumesh membuat hunian terlihat terang dan ringan.

Rumah ini menghadap ke barat yang selalu diterpa panas terus-menerus. Sedangkan yang di bagian bawah living room, harusnya mendapat banyak bukaan ke arah depan. Solusinya, bagian atas bangunan dimajukan dengan tujuan memberikan bayangan untuk ruangan dibawahnya.

8

Sedangkan ruangan atas, karena ada dua kamar tidur anak, maka bukaan jendela diberi profil (sirip penangkal sinar matahari) seperti huruf U agar bisa memberikan shadow terhadap jendelanya sehingga tidak kena sinar matahari langsung. Walapun rumahnya kecil, arsitek tetap mengupayakan konsep rumah ramah lingkungan dan hemat energi serta memberi kesan rumah besar. Bangunan di sisi sebelah barat menggunakan double wall dengan metode dinding yang menghadap barat diberi rongga hampa udara dan lapisan polycarbonat di depannya, tujuan digunakan metode ini adalah untuk menurunkan suhu ruangan sebelah barat agar tidak terlalu panas.

Agar angin dapat mengalir kencang, arsitek tetap membuat courtyard di tengah serta di bagian belakang.

Di antara dinding bata dan polycarbonat ditempatkan lampu sebagai pencahayaan di malam hari. Efeknya, pada malam hari celah yang diberi lampu menyala dan membuat dinding seperti bercahaya sehingga bangunan ini menjadi ringan. Perlakuan ini memberi efek yang berbeda antara siang dan malam.

5

Memberi kesan rumah besar dapat dihadirkan walau kondisi lahan terbatas, rumah ini dibuat setinggi dua setengah lantai dengan bukaan-bukaan jendela yang lebar, penggunaan skylight pada inner court serta jembatan yang menggunakan rangka jilumesh membuat hunian ini terlihat menjadi terang dan ringan. Komposisi permainan material seperti baja, kaca dan jilumesh digunakan untuk memberikan citra industrial kontemporer.

7

Di belakang, ada ruang hobi karena pemilik suka menjahit. Dengan kaca Full glass menerus ke atas, membuat ruangan ini terlihat lebih terang dan luas. Agar angin dapat mengalir kencang, arsitek tetap membuat courtyard di tengah serta di bagian belakang.Memberi kesan rumah besar dihadirkan dengan living room dan dining room saling menyatu dan tidak ada tiang sama sekali di tengah-tengah. Ini juga mengedukasi masyarakat agar mereka mengetahui walaupun rumahnya kecil, mereka bisa memiliki rumah yang nyaman.

ArsitekPT Arya Cipta Graha (Atelier Cosmas Gozali)Principal ArchitectArch Dipl Ing Cosmas D Gozali IAI Fungsi Rumah tinggal 2 ½ lantai Lokasi Kosambi, Jakarta Barat LuasTanah 180 m² Luas Bangunan 120 m² Foto Atelier Cosmas Gozali

Leave a comment

Your email address will not be published.


*