Breaking

Rumah Panggung Limasan Kontemporer Penari Klasik Jawa

Rumah adalah ekspresi pemilik.Karakter rumah dan penghuni dapat membangun hubungan emosional yang kokoh. Tidak heran, seseorang yang akan membangun rumah memerlukan arsitek yang dapat mengekspresikan segala kebutuhannya. Lantipadalah seniman tari klasik Jawa kondang asal Yogyakarta. Ia merupakan sedikit dari penari klasik Jawa yang sering diundang ke mancanegara untuk mementaskan tari klasik Jawa.

 Selain sebagai tempat tinggal, lantip yang berprofesi sebagai penari klasik Jawa membutuhkan ruang untuk latihan tari.

Selain sebagai tempat tinggal, lantip yang berprofesi sebagai penari klasik Jawa membutuhkan ruang untuk latihan tari.

Ia sudah lama mengidamkan sebuah rumah tinggal ramah lingkungan, hemat energi, menyatu dengan alam dan yang mampu menyuarakan estetika. Apalagi, ia sudah menyiapkan kayu, pintu, dan jendela bekas bongkaran bangunan yang mesti dipasang pada rumah baru itu. Baginya rumah harus bisa mencerminkan kepribadian dan mewakili jiwa pemilik.

Sebelum menginjak anak-anak tangga, dudukan yang berbentuk oval dengan bagian atas diberi mozaik sudah menjadi trade mark rumah-rumah yang dirancang arsitek.

Sebelum menginjak anak-anak tangga, dudukan yang berbentuk oval dengan bagian atas diberi mozaik sudah menjadi trade mark rumah-rumah yang dirancang arsitek.

“Masyarakat di sini jauh-jauh hari meminta kepada saya agar jangan pindah dari desa ini. Sampai suatu waktu ada yang menawarkan sebidang tanah untuk dijual,” kenangnya.

Kesukaan pemilik pada material bekas seperti pada daun pintu jati ini mendapat kreasi baru dari arsitek dengan mengganti kaca yang sudah pecah dengan bentuk daun dari besi las.

Kesukaan pemilik pada material bekas seperti pada daun pintu jati ini mendapat kreasi baru dari arsitek dengan mengganti kaca yang sudah pecah dengan bentuk daun dari besi las.

Rumah panggung limasan kontemporer penari klasik jawa ini dirancang oleh Ir Eko Prawoto M Arch, aristek dan seniman asal Yogyakarta. Arsitek Eko dikenal sebagai seniman arsitek yang banyak menghasilkan bangunan rumah yang memiliki nilai seni. Beberapa buah karyanya adalah rumah tinggal para seniman seperti Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, pelukis Nasirun, Sitok Srengenge, dan masih banyak yang lain.

Di bagian depan pintu masuk. Massa bangunan melingkar ini menjadi simbol kedinamisan sang pemilik rumah yang merupakan penari klasik Jawa.

Di bagian depan pintu masuk. Massa bangunan melingkar ini menjadi simbol kedinamisan sang pemilik rumah yang merupakan penari klasik Jawa.

Karya-karya arsitek ini sangat idealis dan perfeksionis. Ia cenderung memandang bangunan sebagai sebuah kebutuhan. Bila kebutuhan membangun ada, maka arsitek dapat membantu seseorang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, serta berusaha menemukan sosok kepribadian rumah yang cocok dengan penghuninya.

Rumah limas yang memiliki dua massa ini tampil menarik. Selain lebih tinggi, tiang-tiang penyangga bangunan rumah panggung ini sengaja diekspose.

Rumah limas yang memiliki dua massa ini tampil menarik. Selain lebih tinggi, tiang-tiang penyangga bangunan rumah panggung ini sengaja diekspose.

Di tangan arsitek seniman inilah keinginan Lantip tentang rumah bisa diterjemahkan dengan pas. Di atas area sekitar 350m², Eko merancang rumah berlantai dua dengan konsep yang menyatu dengan alam. Kejeliannya dalam merancang struktur dan penokohan yang berhasil pada kolom penyangga, menjadikan lantai dua, bak rumah panggung yang berdiri sendiri.

Rumah Panggung Limasan Kontemporer Penari Klasik Jawa

Rumah panggung limasan kontemporer penari klasik jawa ini di bangunan pertamanyahadir sebuah pendopo. Duduk di sini, bagai berteduh di bawah payung. Pasalnya, pendopo itu tidak berdinding sama sekali. Hanya tepat di belakang kursi kayu berajut rotan digantung kerai bambu untuk menahan hembusan angin agar tidak langsung menerpa orang yang sedang duduk santai.Ruang tamu yang tanpa sekat menimbulkan kesan lapang, apalagi bukaan ada dimana-mana, pada pintu, jendela, ventilasi, dan plafon. Sirkulasi udara yang lancar serta penetrasi cahaya matahari yang cukup menjadikan ruangan nyaman.

Rumah Panggung Limasan Kontemporer Penari Klasik Jawa

Rumah panggung limasan kontemporer penari klasik jawa ini memadukan material kayu dan batu, yang menimbulkan imagerumah yang ramah, akrab dan teduh. Pemasangan beberapa pintu dan jendela kuno bekas bongkaran rumah tua atau gereja, ternyata tidak mengurangi harmonisasi diantara massa. Justru dapat menghilangkan kesan masif dan kaku pada dinding tembok yang luas. Apalagi, disepanjang pelataran luar menuju pintu utama dipasang pecahan-pecahankeramik warna-warni membentuk mozaik hingga semakin menambah kesan detail pada bangunan.

Warna senada coklat tanpa ditreatment. Alami menyatu dengan alam apalagi di lantai teras ini begitu terasa dekatnya pucuk-pucuk tanaman ketika bersantai.

Warna senada coklat tanpa ditreatment. Alami menyatu dengan alam apalagi di lantai teras ini begitu terasa dekatnya pucuk-pucuk tanaman ketika bersantai.

Di samping rumah utama ada anak tangga dari kayu yang menghubungkan ke lantai dua. Bangunan berbentuk rumah panggung ini berdinding kayu dan bata ekspos, dengan penutup lantai papan kayu. Pemilihan bahan-bahan lokal non pabrikan ini memberikan kesan alami yang sangat kuat dan benar-benar menyatu dengan alam sekitar.

Arsitektur yang ramah lingkungan merupakan salah satu ciri arsitek Eko Prawoto. Menghargai alam dengan memanfaatkan material bekas yang dimaknai dalam mozaik merupakan salah satu karakter sang arsitek.

Arsitektur yang ramah lingkungan merupakan salah satu ciri arsitek Eko Prawoto. Menghargai alam dengan memanfaatkan material bekas yang dimaknai dalam mozaik merupakan salah satu karakter sang arsitek.

Untuk bersantai di teras lantai dua, ada kursi kayu bisa diduduki untuk dua orang. Pilar kayu yang berdiri kokoh dan pagar kayu yang mengeliling teras membentuk aksen tersendiri, dengan beberapa sudut rumah yang dibiarkan terbuka seakan menyatu dengan pepohonan besar yang membingkai rumah ini.

Lokasi Bantul Yogyakarta Arsitek Ir Eko Prawoto M ArchLuas tanah350m²Jumlah lantai dua lantai

Leave a comment

Your email address will not be published.


*