Breaking

Sekolah Taman Kanak-Kanak Berkonsep Pertanian

Sekolah taman kanak-kanak (TK) berkonsep pertanian ini dibangun untuk “melawan” perubahan ekonomi berbasis agraris ke manufaktur yang berdampak pada pelestarian alam.

Vietnam yang dikenal sebagai negara pertanian, kini banyak menghadapi perubahan ketika bergerak ke ekonomi berbasis manufaktur. Perubahan ini ternyata berdampak pada lingkungan, seperti meningkatnya kekeringan, banjir dan salinisasi yang mengancam persediaan pangan.

Di lain pihak, banyak sepeda motor menyebabkan kemacetan setiap hari dan polusi udara di kota-kota. Tingginya tingkat urbanisasi menghalangi anak-anak Vietnam untuk menikmati lahan hijau dan taman bermain, dan berinteraksi dengan alam.

Sekolah TK berkonsep pertanian ini dibangun untuk “melawan” perubahan tersebut. Lokasinya terletak di sebelah pabrik sepatu besar, dan dirancang untuk mendidik 500 anak-anak pekerja pabrik.

Bangunan sekolah ini dipahami sebagai atap hijau yang berkelanjutan, menyediakan makanan dan pengalaman bertani bagi anak-anak. Didukung taman bermain yang luas di atas atap (playground in the sky) yang memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak.

Bentuk bangunan atap hijau menyerupai tiga cincin digambar dengan goresan tunggal, melingkari tiga halaman bermain bagian dalam. Kebun sayur eksperimental diwujudkan di atasnya. Lima jenis sayuran berbeda ditanam di area taman seluas 200m2 untuk pendidikan pertanian.

Semua fungsi ditampung di bawah atap. Sebagian atap dirancang menurun ke halaman menyediakan akses ke kebun sayur di atas, tempat anak-anak belajar pentingnya pertanian dan memulihkan hubungan dengan alam.

Strategi lingkungan. Bangunan ini terbuat dari strip sempit yang menerus dengan dua sisi jendela yang dapat memaksimalkan ventilasi silang dan pencahayaan alami. Selain itu, metode hemat energi arsitektur dan mekanik komprehensif juga diterapkan.

Konsep arsitektur tak hanya terbatas pada atap hijau sebagai isolasi, fasad hijau sebagai shading dan pemanas air matahari. Pabrik air limbah daur ulang untuk mengairi tanaman hijau dan menyiram toilet.Konsep sekolah ini dirancang dapat memainkan peran penting dalam pendidikan berkelanjutan anak-anak.

Sekolah TK dioperasikan tanpa AC di ruang kelas meskipun berada di iklim tropis yang keras. Menurut catatan pasca hunian yang dikeluarkan 10 bulan setelah selesai, bangunan menghemat 25% energi dan 40% air segar dibandingkan dengan kinerja bangunan dasar, sehingga sangat signifikan mengurangi biaya operasional sekolah.

Penghematan biaya. Bangunan ini dirancang untuk anak-anak berpenghasilan rendah pekerja pabrik ‘, karena anggaran pembangunan sangat terbatas. Oleh karena itu, kombinasi dari bahan-bahan lokal (batu bata, ubin) dan menerapkan metode konstruksi berteknologi rendah, yang juga membantu meminimalkan dampak lingkungan serta mempromosikan industri lokal.

Berkat bingkai kaku sederhana dengan bahan yang ekonomis, biaya konstruksi per satu meter persegi hanya 500 USD termasuk biaya finishing dan peralatan. Termasuk biaya pembangunan yang murah bahkan dalam pasar Vietnam.

Project name: Farming Kindergarten Status: Built in 10.2013 Program: Kindergarten Location: Dongnai, Vietnam Site area: 10,650 m2 GFA: 3,800m2 1F; 2615.9m2 2F; 1113.6m2

Architect Firm: Vo Trong Nghia Architects website: http://votrongnghia.com/ Principal architects: Vo Trong Nghia, Takashi Niwa, Masaaki Iwamoto Architects: Tran Thi Hang, Kuniko Onishi Contractor: Wind and Water House JSC Client: Pou Chen Vietnam Green building consultant: Melissa Merryweather CFD analysis: Environment Simulation Inc. Photographs: Hiroyuki Oki and Gremsy(http://flyingcam.com.vn)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*