{"id":15834,"date":"2026-01-06T01:00:02","date_gmt":"2026-01-06T01:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/?p=15834"},"modified":"2026-01-05T15:31:44","modified_gmt":"2026-01-05T15:31:44","slug":"a-law-office-inspired-by-a-hotel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/a-law-office-inspired-by-a-hotel\/","title":{"rendered":"Kantor Hukum Yang Terinpirasi dari Hotel"},"content":{"rendered":"<p>Di kawasan Golden Square Mile di pusat kota Montreal, Cain Lamarre baru-baru ini memilih untuk menempati sebuah bangunan bersejarah, menegaskan kembali keinginan firma ini untuk tetap berakar pada skala manusia serta menawarkan lingkungan kerja yang selaras dengan nilai-nilai mereka.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/YBPpdJCz\/1.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Penataan ruang kantor hukum yang terinspirasi dari industri perhotelan untuk menghadirkan suasana hangat dan ramah.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Dirancang bersama Sid Lee Architecture sebagai sebuah alun-alun urban yang dinamis, ruang ini terinspirasi dari industri perhotelan untuk menghadirkan suasana hangat dan ramah, jauh dari kesan khidmat kantor-kantor tradisional. Tata ruangnya mendukung kebutuhan praktik hukum sekaligus mendorong kolaborasi. Ragam ruang, keseimbangan antara kerahasiaan dan kebersamaan, material autentik, serta limpahan cahaya alami berpadu menciptakan pengalaman yang mengalir dan intuitif.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/TDGSdpT5\/2.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Area lounge dirancang menjaga keintiman sekaligus kelancaran sirkulasi.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pendekatan yang memperhatikan kebutuhan profesional sekaligus kehidupan kolektif ini mengantarkan proyek meraih Sertifikasi Emas pada Grands Prix du design. Sejak awal, perencanaan ruang dipandu oleh pertimbangan pertumbuhan di masa depan, fleksibilitas penggunaan, dan berbagi pengetahuan, yang diperkuat melalui partisipasi aktif komite perwakilan dari berbagai profil profesional di dalam firma.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/BHZ9zNm3\/3.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Tangga menjadi titik sentral proyek dan mewujudkan dimensi kolektif kantor.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Resepsionis dan kafe: pemberhentian pertama<\/strong><br>Sejak melangkah masuk, area resepsionis dan sudut kafe menghadirkan kontras yang tenang terhadap energi kota. Modul felt berlubang yang digantung mencerminkan struktur asli bangunan dan memadukan pencahayaan lembut tidak langsung, sementara beton ekspos yang dicat putih mengingatkan pada karakter warisan bangunan. Bersebelahan dengan ruang tangga setinggi dua lantai, area kafe terbuka pada pandangan kota yang jelas dan dengan cepat menjadi tempat percakapan yang hidup.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/WWJgt6pv\/4.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Bersebelahan dengan ruang tangga setinggi dua lantai, area kafe terbuka pada pandangan kota.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Area lounge, yang diorganisasikan di sekitar sofa berbentuk pulau, menjaga keintiman sekaligus kelancaran sirkulasi. Dengan nuansa yang ramah dan elegan, area kedatangan ini mencerminkan semangat alun-alun urban: terbuka bagi kehidupan kolektif dan selaras dengan nilai integritas, kejujuran, dan kepercayaan yang menjadi jati diri Cain Lamarre.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/C5t5smVx\/5.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Kafetaria secara alami mendukung berbagai acara kolektif.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Tangga monumental: pusat saraf<\/strong><br>Sebagai elemen khas yang kuat, tangga monumental membentuk sirkulasi antara dua lantai. Nuansa hangat dan lembut warna ecru pada struktur logam memberikan sentuhan kontemporer yang elegan dan berpadu dengan anak tangga dari kayu maple Quebec, sementara ruang setinggi dua lantai menyalurkan cahaya alami ke seluruh area. Bordes yang diperluas membuka ke taman interior, menghadirkan momen jeda dan interaksi di sepanjang perjalanan. Railing berlubang serta pencahayaan kaca beralur yang digantung menambahkan gerak dan ritme pada pengalaman menaiki tangga, sejalan dengan alur aktivitas sehari-hari. Sebagai titik sentral proyek, tangga ini menambatkan keseluruhan ruang dan mewujudkan dimensi kolektif kantor.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/5X7jNjxP\/6.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Proyek ini meraih Sertifikasi Emas pada Grands Prix du design.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Kafetaria: jeda yang membungkus<\/strong><br>Sedikit terletak menjauh dari sirkulasi utama, kafetaria menawarkan suasana imersif yang ditandai dengan warna amaranth kering yang diaplikasikan pada kabinet, plafon, dan armatur pencahayaan. Backsplash porselen dengan tekstur halus menggemakan pengaruh Art Deco bangunan dan berkontribusi pada lingkungan yang berkelas. Sebuah meja komunal besar setinggi berdiri menjadi pusat ruangan, dikelilingi furnitur fleksibel seperti meja tinggi, meja bistro, dan area duduk santai. Komposisi ini mudah beradaptasi untuk makan sehari-hari maupun momen khusus. Kafetaria dapat terbuka ke agora di kaki tangga, mendorong konektivitas sepanjang hari dan secara alami mendukung berbagai acara kolektif.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/s9q4R8xB\/7.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Proyek ini didesain oleh Sid Lee Architecture.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Tepi alun-alun: sirkulasi aktif<\/strong><br>Di sepanjang area perimeter, kantor tertutup dan ruang rapat setinggi penuh menciptakan transisi menuju zona yang lebih tenang dan privat. Di bagian tengah, pulau-pulau dengan sudut membulat mengadopsi warna ecru dari tangga. Di bawah plafon yang direndahkan, elemen ini berlanjut menjadi partisi arsitektural khusus yang menghadirkan kesinambungan yang lembut. Permainan volume dan variasi ketinggian menghidupkan perspektif, mendorong pergerakan, dan membentuk suasana yang terang serta terbuka. Pegangan dekoratif memanjang pada pintu kaca menambahkan detail yang halus sepanjang sirkulasi, sekaligus menggemakan warisan Art Deco bangunan secara subtil.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/39KSys3F\/8.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Pegangan dekoratif memanjang pada pintu kaca menggemakan warisan Art Deco.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Client<\/strong>: Cain Lamarre<br><strong>Architect<\/strong>: Sid Lee Architecture<br><strong>Contractor<\/strong>: JCB<br><strong>Project Management<\/strong>: Avison Young<br><strong>Engineering<\/strong>: Grenier expert conseil<br><strong>Base Building \/ Developers<\/strong>: Brasswater<br><strong>Photographer<\/strong>: Alex Lesage<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>In the Golden Square Mile in downtown Montreal, Cain Lamarre has recently chosen to move into a heritage building, reaffirming the firm\u2019s desire to stay rooted at a human scale, and to offer its team a work environment aligned with its values. Designed with Sid Lee Architecture as a vibrant urban square, the space draws [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":15836,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16,12],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15834"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15834"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15834\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15838,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15834\/revisions\/15838"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}