{"id":15856,"date":"2026-01-16T01:00:44","date_gmt":"2026-01-16T01:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/?p=15856"},"modified":"2026-01-14T16:36:48","modified_gmt":"2026-01-14T16:36:48","slug":"qianhai-times-spring-culture-and-art-center","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/qianhai-times-spring-culture-and-art-center\/","title":{"rendered":"Qianhai Times Spring Culture and Art Center"},"content":{"rendered":"<p>Qianhai Times Spring Culture and Art Center berdiri di jantung Greater Bay Area, mengemban misi ganda seni dan kehidupan. Dengan \u201cLingkaran Taman\u201d sebagai benang merah naratif, desainnya bertujuan mengeksplorasi hubungan simbiosis antara manusia dan alam, serta antara arsitektur dan jiwa. \u201cLingkaran\u201d melambangkan citra tanpa batas, sementara \u201ctaman\u201d merepresentasikan ruang penuh inklusivitas. Integrasi kedua konsep ini membentuk kode spiritual dari ruang Chunquan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini, arsitektur bukan lagi struktur dingin dan kaku, melainkan aliran emosi dan siklus jiwa. Dipandu oleh filosofi ruang \u201cintegrasi, keteraturan, dan konektivitas\u201d, desain memungkinkan alam dan seni, lanskap dan interior saling menembus. Akhirnya menjadikan setiap sudut sebagai titik awal untuk persepsi dan refleksi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/tpcyWs8F\/1.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Konsep ruang Chunquan terinspirasi dari \u201cpita M\u00f6bius\u201d \u2014 simbol matematis yang mewakili \u201cketakhinggaan\u201d pertama kali dikemukakan oleh matematikawan Inggris John Wallis. Ia melambangkan pertemuan yang mustahil dan siklus abadi, serta pertautan dan integrasi waktu dan ruang.<\/p>\n\n\n\n<p>Terinspirasi dari konsep ini, desain mengalirkan esensi \u201cpita M\u00f6bius\u201d ke seluruh ruang, menjadikan arsitektur meluas dalam bentuk dan terangkat dalam imaji. Setiap lengkung, setiap cahaya, dan setiap jalur dalam ruang menjadi metafora dari \u201cpendakian tanpa akhir dan siklus abadi\u201d. Ini bukan hanya struktur visual, tetapi juga dimensi spiritual, selaras dengan filosofi merek Shenzhen Metro Properties: \u201cMembangun Kota dengan Niat Awal, Terhubung pada Kehidupan yang Lebih Baik.\u201d<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/KjxJNKSr\/2.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebuah patung berbentuk telur berdiri tenang di lobi, seperti benih yang menyimpan energi tak terbatas. Cahaya dan bayangan yang jatuh dari langit-langit tampak seperti energi dari luar angkasa, melambangkan pemupukan kehidupan dan pencerahan dunia. Tempat ini bukan hanya titik awal seni, tetapi juga kebangkitan jiwa Chunquan.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin masuk ke dalam ruang, cahaya dan bayangan mengalir di atas permukaan batu. Kehangatan jade hijau Afghan dan ketegasan marmer Versace Black asal Brasil menciptakan kontras sekaligus dialog. Jade yang jernih tanpa kotoran; batu yang kokoh dan abadi. Keduanya saling bersahut dengan indah, layaknya integrasi antara alam dan peradaban.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/BKPQFn0L\/3.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Di tepi kolam, jade blue diamond berkilauan seperti galaksi di bawah cahaya, memantulkan instalasi kristal yang menyerupai miniatur alam semesta. Saat berjalan di sini, rasanya seperti menyusuri hamparan bintang; hati ikut berayun bersama cahaya dan bayangan, melangkah ke dalam sebuah puisi sunyi.<\/p>\n\n\n\n<p>Memasuki interior, bahasa ruang berubah menjadi lembut dan mengalir. Lengkungan tersebar seperti air, seolah menggambarkan detak alam. Lampu langit-langit melayang ringan seperti awan; baik material maupun bentuknya memancarkan aura kebebasan dan spiritualitas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/ZvphD0g\/4.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Di bawah kubah tanah padat, cahaya menjadi lembut namun terkendali. Kubah melambangkan keluhuran jiwa, sedangkan jade \u201cpercikan api\u201d di bawah kaki melambangkan harapan dan kesinambungan. Pada momen ini, ruang mencapai transcendensi, bukan hanya wadah fisik, tetapi resonansi spiritual.<\/p>\n\n\n\n<p>Di ruang \u201cInterstellar Cruise\u201d, garis-garis di langit-langit menyerupai orbit delapan planet. Garis mengalir dan cahaya melingkar, seolah waktu diregangkan. Di sini, kecil dan besarnya manusia di hadapan alam semesta saling berkelindan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meja maket berfungsi sebagai simbol Bumi, mengingatkan bahwa makrokosmos dan mikrokosmos, alam semesta dan dunia fana, sebenarnya berada dalam satu siklus yang sama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/5xrYsXct\/5.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ruang negosiasi mengambil konsep \u201cruang depan kapal induk\u201d, melambangkan kepemimpinan dan eksplorasi. Bentuk sofa terinspirasi dari dialog antara ombak laut dan tebing, memadukan kelembutan dan kekokohan. Karpet, langit-langit, dan lampu berpadu, menciptakan gelombang visual.<\/p>\n\n\n\n<p>Furnitur yang dipilih termasuk karya dari brand desainer Italia dan Amerika, menggunakan garis lembut dan tekstur halus untuk menghadirkan pengalaman yang memadukan keanggunan dan kehangatan. Desain di sini tidak menonjolkan keterampilan, tetapi mengekspresikan kemewahan yang terkendali, membawa ruang kembali pada ketenangan batin.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/8nnXS0SN\/6.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Saat cahaya meredup, suasana ruang menjadi semakin lembut. Kabut menyelimuti, lumut tumbuh, dan layar-layar muncul samar, seperti hutan pegunungan di tengah kota. Sang desainer menggunakan alam sebagai kuas dan waktu sebagai tinta, memungkinkan ruang memperpanjang tekstur kehidupan dalam setiap helaan napas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah kurva keemasan membentang di lantai, menghubungkan ruang-ruang bertema berbeda. Layaknya jalur kereta bawah tanah kota, ia melintasi setiap \u201cstasiun spiritual\u201d. Pergantian solar terms\u2014\u201cAwal Musim Semi\u201d, \u201cAir Hujan\u201d, \u201cEkuinoks Musim Semi\u201d, \u201cKebangkitan Serangga\u201d, \u201cHujan Biji-bijian\u201d, dan \u201cCerah Suci\u201d\u2014diberi bahasa arsitektur dalam ruang, membentuk perpaduan antara filosofi Timur dan desain modern.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/cS4bvk0j\/7.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ruang eksekutif menggunakan marmer Versace Black dan Beige Gold untuk menciptakan suasana malam yang penuh fantasi. Kursi \u201cCrab Chair\u201d dan sofa, dengan garis-garis elegan dan sikap yang tenang, memantulkan nuansa ritual halus dalam interaksi sosial berbasis lingkaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Bar anggur merah dan cerutu menampilkan keanggunan melalui keteraturan ekstrem, sementara jade hijau lembut melanjutkan \u201cnafas alam\u201d. Cahaya setenang tenunan kain, sementara ruang menghembuskan keagungan dalam keheningan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang teh meneruskan tema lumut dan alam, meminjam pemandangan dan menciptakan kontras yang bertahap. Di sini, menyesap secangkir teh ringan dan mendengarkan musik kuno, hati beresonansi dengan alam. Seperti kata orang dahulu: \u201cSeseorang dapat menikmati kenyamanan hutan gunung tanpa meninggalkan kota, dan merasakan kebahagiaan mata air meski berada di tengah hiruk-pikuk.\u201d<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/kVzLyNMM\/8.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Qianhai Times Spring Culture and Art Center adalah sebuah puisi yang menjadikan ruang sebagai rimanya. Dengan \u201cLingkaran  Taman\u201d sebagai bentuk dan \u201cpita M\u00f6bius\u201d sebagai jiwa, tempat ini menenun arsitektur, alam, dan kemanusiaan menjadi satu gambar utuh.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>See more images in the gallery below<\/strong><\/p>\n\n\n<div id=\"photocarou1264212444\" class=\"photo-carou\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"view-big\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"section-base\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div id=\"photocarou1264212444_a\" class=\"img img-0 l\" style=\"background-image:url('https:\/\/i.ibb.co.com\/MxB4dJQH\/A.jpg')\"><\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div id=\"photocarou1264212444_b\" class=\"img\" style=\"background-image:url('https:\/\/i.ibb.co.com\/7thbHsWh\/B.jpg')\"><\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"section-overlay\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"nav\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"icon button\" onclick=\"photocarou1264212444_set_fullscreen()\">&#x10FDFA;<\/div><br\/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"icon button center\" onclick=\"photocarou1264212444_set_prev()\">&#x10FDF8;<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"spacer\"><\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"nav\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"icon button center\" onclick=\"photocarou1264212444_set_next()\">&#x10FDF9;<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class=\"view-nav\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"item\" style=\"background-image:url('https:\/\/i.ibb.co.com\/MxB4dJQH\/A.jpg')\" onclick=\"photocarou1264212444_set_view(0)\"><\/div>&nbsp;<div class=\"item\" style=\"background-image:url('https:\/\/i.ibb.co.com\/7thbHsWh\/B.jpg')\" onclick=\"photocarou1264212444_set_view(1)\"><\/div>&nbsp;<div class=\"item\" style=\"background-image:url('https:\/\/i.ibb.co.com\/5WmpzQHk\/C.jpg')\" onclick=\"photocarou1264212444_set_view(2)\"><\/div>&nbsp;<div class=\"item\" style=\"background-image:url('https:\/\/i.ibb.co.com\/vCtjRyyx\/D.jpg')\" onclick=\"photocarou1264212444_set_view(3)\"><\/div>&nbsp;<div class=\"item\" style=\"background-image:url('https:\/\/i.ibb.co.com\/kVq4q2D0\/E.jpg')\" onclick=\"photocarou1264212444_set_view(4)\"><\/div>&nbsp;<div class=\"item\" style=\"background-image:url('https:\/\/i.ibb.co.com\/VYvbzTLC\/F.jpg')\" onclick=\"photocarou1264212444_set_view(5)\"><\/div>&nbsp;\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<script>\n\t\t\t\t\t\tvar photocarou1264212444_photos = '[\"https:\/\/i.ibb.co.com\/MxB4dJQH\/A.jpg\",\"https:\/\/i.ibb.co.com\/7thbHsWh\/B.jpg\",\"https:\/\/i.ibb.co.com\/5WmpzQHk\/C.jpg\",\"https:\/\/i.ibb.co.com\/vCtjRyyx\/D.jpg\",\"https:\/\/i.ibb.co.com\/kVq4q2D0\/E.jpg\",\"https:\/\/i.ibb.co.com\/VYvbzTLC\/F.jpg\"]';\n\t\t\t\t\t\tvar photocarou1264212444_photo_obj = JSON.parse(photocarou1264212444_photos);\n\t\t\t\t\t\tvar photocarou1264212444_main = document.getElementById(\"photocarou1264212444\");\n\t\t\t\t\t\tvar photocarou1264212444_bigview_a = document.getElementById(\"photocarou1264212444_a\");\n\t\t\t\t\t\tvar photocarou1264212444_bigview_b = document.getElementById(\"photocarou1264212444_b\");\n\t\t\t\t\t\tvar photocarou1264212444_current_id = 0;\n\t\t\t\t\t\tvar photocarou1264212444_fullscreen = false;\n\t\t\t\t\t\tfunction photocarou1264212444_set_view(img_id){\n\t\t\t\t\t\t\tvar old_id = photocarou1264212444_current_id;\n\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_current_id = img_id;\n\n\t\t\t\t\t\t\tif(photocarou1264212444_current_id != old_id){\n\t\t\t\t\t\t\t\tvar load_reverse = (photocarou1264212444_current_id < old_id);\n\t\t\t\t\t\t\t\tvar id_a = (load_reverse) ? photocarou1264212444_current_id : old_id;\n\t\t\t\t\t\t\t\tvar id_b = (load_reverse) ? old_id : photocarou1264212444_current_id;\n\n\t\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_bigview_a.style.backgroundImage = \"url('\"+ photocarou1264212444_photo_obj[id_a] +\"')\";\n\t\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_bigview_b.style.backgroundImage = \"url('\"+ photocarou1264212444_photo_obj[id_b] +\"')\";\n\n\t\t\t\t\t\t\t\t\n\t\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_bigview_a.className = (load_reverse) ? \"img img-0 l\" : \"img img-0 r\";\n\t\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_bigview_a.style.animation = 'none';\n\t\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_bigview_a.offsetHeight;\n\t\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_bigview_a.style.animation = null; \n\t\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t\tfunction photocarou1264212444_set_prev(){\n\t\t\t\t\t\t\tvar next = Math.max(photocarou1264212444_current_id-1, 0);\n\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_set_view(next);\n\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t\tfunction photocarou1264212444_set_next(){\n\t\t\t\t\t\t\tvar next = Math.min(photocarou1264212444_current_id+1, photocarou1264212444_photo_obj.length-1);\n\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_set_view(next);\n\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t\tfunction photocarou1264212444_set_fullscreen(){\n\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_fullscreen = !photocarou1264212444_fullscreen;\n\t\t\t\t\t\t\tphotocarou1264212444_main.className = (photocarou1264212444_fullscreen) ? \"photo-carou fullscreen\" : \"photo-carou\";\n\t\t\t\t\t\t}\n\t\t\t\t\t<\/script>\n\t\t\t\t<\/div>\n\n\n<p><strong>Project Name<\/strong>: Qianhai Times Spring Culture and Art Center<br><strong>Location<\/strong>: Qianhai Era, Nanshan District, Shenzhen City, Guangdong Province,<br><strong>Design Company<\/strong>: METROPOLITAN DESIGN;YANG &amp; ASSOCIATES GROUP<br><strong>Chief Designer<\/strong>: Yang Bangsheng &amp; Liu Yan<br><strong>Assistant Designer<\/strong>: Li Dai &amp; Integrated Real Estate Design Department<br><strong>Area<\/strong>: 5000 m\u00b2<br><strong>Completion date<\/strong>: May 20, 2023<br><strong>Main materials<\/strong>: Stone, texture paint, metal, wood veneer<br><strong>Client Name<\/strong>: Shenzhen Metro Group Co., Ltd.<br><strong>Photographer<\/strong>: Zhu Jianli<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Qianhai Times Spring Culture and Art Center stands at the heart of the Greater Bay Area, undertaking the dual mission of art and life. With &#8220;Circle Garden&#8221; as the core narrative thread, its design aims to explore the symbiotic relationship between humans and nature, as well as between architecture and spirit. A &#8220;circle&#8221; symbolizes the [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":15858,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[45],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15856"}],"collection":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15856"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15861,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15856\/revisions\/15861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}