{"id":16674,"date":"2026-10-07T13:24:30","date_gmt":"2026-10-07T13:24:30","guid":{"rendered":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/?p=16674"},"modified":"2026-10-07T13:40:50","modified_gmt":"2026-10-07T13:40:50","slug":"tiago-tsou-main-architect-of-tsou-arquitectos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/tiago-tsou-main-architect-of-tsou-arquitectos\/","title":{"rendered":"Tiago Tsou, Main Architect of Tsou Arquitectos"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/jvCK54t0\/POV-Tiago-Tsou-1.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">What was <strong>the <\/strong>inspiration behind the design concept for Farm\u00e1cia S\u00e3o Jo\u00e3o?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ini tidak dimulai dari sebuah gambar atau referensi formal, melainkan dari sebuah permasalahan. Tapak berada di sudut antara dua jalan dengan karakter urban yang berlawanan: satu merupakan jalan utama pengembangan kawasan yang dipenuhi bangunan multifungsi dan aktivitas komersial, sementara yang lainnya merupakan jalan hunian dengan skala yang lebih tenang dan domestik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/FkjX8fjL\/0-FARMACIA-SAO-JOAO.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Respons kami adalah menciptakan sebuah volume putih monolitik yang seolah-olah digali dari bagian dalam. Dari luar, bangunan terbaca sebagai satu massa yang menerus, diperkuat oleh stereotomy panel-panel fasad yang mengikuti lengkungan tanpa terputus serta menghilangkan kesan adanya sambungan atau lapisan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fasad melengkung menjadi salah satu karakter khas Farm\u00e1cia S\u00e3o Jo\u00e3o. Dapatkah Anda menjelaskan alasan di balik keputusan menggunakan bentuk lengkung?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bentuk tersebut tidak dipilih semata-mata karena tampilannya, tetapi lahir dari kondisi tapak. Bangunan harus mempertahankan garis ketinggian yang selaras dengan konteks di sekitarnya. Dalam batasan tersebut, volume melengkung berfungsi sebagai sebuah poros\u2014sebuah elemen engsel yang mengartikulasikan berbagai ruang dan jalan di sekitarnya, seperti r\u00f3tula yang menghubungkan dua persendian. <br><br>Bangunan berbentuk geometris lurus akan terpaksa memilih salah satu jalan sebagai sisi depannya. Sebaliknya, lengkungan yang menerus dapat merespons kedua jalan tersebut secara bersamaan, dengan skala dan kehadiran arsitektural yang sama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/HDjvcqkm\/8.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat pula alasan yang berkaitan dengan program ruang. Brief proyek mencakup Farmadrive, yaitu layanan pengambilan obat melalui sistem drive-through. Perimeter yang melengkung memungkinkan kendaraan bergerak mengitari bangunan tanpa hambatan maupun belokan yang terlalu sempit. <br><br>Dengan demikian, bentuk tersebut menyelesaikan tiga persoalan sekaligus: kondisi sudut tapak, sirkulasi drive-through, serta transisi antara dua skala lingkungan hunian yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dapatkah Anda menjelaskan latar belakang konsep penataan ruangnya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ruang dibagi menjadi tiga lantai: lantai dasar yang berorientasi pada publik, lantai pertama yang diperuntukkan bagi fungsi teknis dan administratif, serta basement sebagai area penyimpanan. Prioritas utama adalah menjaga lantai dasar sepenuhnya terbuka untuk pelayanan\u2014tanpa fungsi back-of-house dan tanpa hambatan visual antara pintu masuk dan meja pelayanan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/GfXxyHLj\/5.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meja pelayanan mengikuti lengkungan perimeter bangunan, sehingga geometri interior konsisten dengan bentuk eksterior. Bentuk oval bukanlah sebuah selubung yang ditempelkan pada interior berbentuk persegi panjang; sebaliknya, bentuk tersebut mengorganisasi keseluruhan bangunan: denah setiap lantai, posisi meja pelayanan, sirkulasi, hingga penempatan skylight.<br><br><strong>READ ALSO: <a href=\"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/farmacia-sao-joao-a-sculptural-white-volume-defining-a-street-corner-in-braga\/\">Farm\u00e1cia S\u00e3o Jo\u00e3o: Volume Putih Skulptural yang Mendefinisikan Sudut Jalan di Braga<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Skylight berbentuk oval menembus bidang plafon dan menciptakan hubungan vertikal antara kedua lantai. Apa saja pertimbangan di balik keputusan ini?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bangunan dengan eksterior melengkung secara menerus dan tanpa sudut memiliki risiko menjadi terlalu introvert, seolah-olah membelakangi kota untuk melindungi dirinya sendiri. Skylight menjadi cara untuk membuka bangunan secara vertikal, bukan secara horizontal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/pj09TQhL\/3b.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukaan berbentuk oval tersebut menembus pelat lantai pertama dan membawa cahaya alami secara langsung ke jantung area pelayanan di lantai dasar. Pada saat yang sama, bukaan ini menciptakan hubungan visual antara kedua lantai. Seseorang yang bekerja di lantai atas dapat melihat ke bawah menuju area pelayanan, sementara seseorang yang sedang menunggu di meja pelayanan dapat melihat ke atas melalui bukaan tersebut menuju langit. Elemen ini memberikan kedalaman pada bangunan tanpa mengganggu kesan kompak dari eksteriornya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Saat senja tiba, signage hijau yang menyala mengubah bangunan menjadi sebuah landmark yang khas. Apa pertimbangan di balik pemilihan signage berwarna hijau?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hijau merupakan bahasa universal untuk apotek di Portugal dan di sebagian besar wilayah Eropa. Peran kami bukan untuk menciptakan kembali konvensi tersebut, melainkan mengintegrasikannya dengan arsitektur.<br>Desain grafis signage dikembangkan secara erat dan selaras dengan bangunan itu sendiri. Kedua elemen tersebut menggunakan bahasa visual yang sama, dengan signage yang ditempatkan secara halus seolah melayang di atas fasad.\nPada malam hari, pencahayaan dari dalam bangunan mengaktifkan keduanya, sehingga karakter bangunan pun berubah: dari volume putih yang tenang menjadi sebuah landmark yang mudah dikenali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Project name<\/strong>: Farm\u00e1cia S\u00e3o Jo\u00e3o<br><strong>Client \/ Developer<\/strong>: Moura e Taveira, Lda.<br><strong>Architecture Office<\/strong>: Tsou Arquitectos<br><strong>Main Architect<\/strong>: Tiago Tsou<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Architectural Photographer<\/strong>: Ivo Tavares Studio<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Location<\/strong>: Lote 24\/25, gaveto da Av. Robert Smith com a Rua Sim\u00f5es de Almeida, Frai\u00e3o, Braga, Portugal<br><strong>Year of conclusion<\/strong>: 2026<br><strong>Total area<\/strong>: 306 m\u00b2 retail\/services + 163 m\u00b2 technical\/storage basement<br><strong>Builder<\/strong>: Vasco Fernandes &#8211; Constru\u00e7\u00e3o e Engenharia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>What was the inspiration behind the design concept for Farm\u00e1cia S\u00e3o Jo\u00e3o? The concept did not begin with an image or a formal reference, it began with a problem. The plot sits at a corner between two streets with opposing urban characters: one an expansion avenue with multi-family buildings and commercial activity, the other a [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":16688,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-16674","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-point-of-view"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16674","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16674"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16674\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16694,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16674\/revisions\/16694"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}