{"id":16733,"date":"2026-10-13T02:00:12","date_gmt":"2026-10-13T02:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/?p=16733"},"modified":"2026-10-13T03:25:56","modified_gmt":"2026-10-13T03:25:56","slug":"carlos-maia-one-of-tetro-principal-architects","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/carlos-maia-one-of-tetro-principal-architects\/","title":{"rendered":"Carlos Maia, One of the TETRO Principal Architects"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/gFrqQgBq\/Carlos-Maia-1a.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa inspirasi utama di balik desain Adentro House?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inspirasi utamanya berasal dari tapak itu sendiri. Lahan tersebut dikelilingi pepohonan yang lebat. Meskipun kami ingin menciptakan sebuah rumah yang luas dan lapang, kami juga ingin mempertahankan sebanyak mungkin vegetasi yang sudah ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketimbang melihat pepohonan sebagai hambatan bagi proyek, kami memandangnya sebagai bagian penting dari arsitektur. Hal ini mendorong kami untuk memikirkan rumah melalui ruang-ruang kosongnya\u2014melalui bagian-bagian yang sengaja tidak dibangun. Ruang-ruang tersebut memungkinkan alam meresap ke dalam rumah, menghadirkan cahaya, vegetasi, dan lanskap ke ruang interior.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/N2nY7wFb\/0-Adentro-House.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pengertian ini, ruang kosong memiliki peran yang sama pentingnya dengan elemen yang dibangun. Arsitektur muncul dari hubungan antara apa yang dibangun dan apa yang sengaja dibiarkan terbuka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa tantangan utama yang dihadapi selama proses pembangunannya?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu tantangan utama adalah pelaksanaan struktur. Rumah ini menggunakan sistem struktur hibrida yang memadukan balok baja dengan dinding beton bertulang, sehingga membutuhkan tingkat presisi yang sangat tinggi sepanjang proses pembangunan.<br><br><strong>READ ALSO: <a href=\"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/adentro-house-a-home-shaped-by-trees\/\">Adentro House: Rumah yang Dibentuk oleh Pepohonan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena beton dirancang untuk dibiarkan terekspos, ruang untuk melakukan kesalahan menjadi sangat terbatas. Setiap detail harus direncanakan dan dikerjakan dengan sangat cermat, karena setiap ketidaksempurnaan akan tetap terlihat dan tidak dapat dengan mudah diperbaiki atau diubah setelahnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.ibb.co.com\/chTzQ9DG\/3.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut menuntut koordinasi yang sangat erat antara tim arsitektur dan tim struktur, serta tingkat ketelitian yang tinggi dalam proses pembangunan setiap elemen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>What was the main inspiration behind the design of Adentro House? The main inspiration was the site itself. The plot was densely surrounded by trees, and although we wanted to create a generous house, we also wanted to preserve as much of the existing vegetation as possible. Rather than seeing the trees as obstacles to [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":16741,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-16733","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-point-of-view"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16733"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16733\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16750,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16733\/revisions\/16750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/buildingindonesia.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}