Hunian Gelap Berpadu di Tengah Hutan

Rumah ini tidak sekadar dibangun, ia dikembangkan selaras dengan lanskap dan waktu. Selama delapan tahun, empat volumenya: Garasi, Barn, Bell House, dan Black Bird House, ditempatkan secara cermat di atas teras alami, menjaga topografi tapak serta keagungan pohon ek dan pohon gabus yang telah berusia ratusan tahun. Atap seng yang miring dirancang agar daun-daun yang gugur dapat meluncur secara alami, menyatukan siklus musim ke dalam struktur bangunan.

CC House merupakan sebuah tempat peristirahatan yang mengusung filosofi slow retreat, di mana arsitektur memberi ruang bagi alam, menghadirkan ruang-ruang untuk kontemplasi, keheningan, serta perasaan mendalam bahwa setiap sudutnya dibentuk melalui proses waktu.

Tempat peristirahatan yang mengusung filosofi slow retreat, di mana arsitektur memberi ruang bagi alam.

CC House, yang juga dikenal sebagai Quinta dos Carvalhos, adalah sebuah proyek yang menonjol karena keharmonisan mendalam antara arsitektur dan alam. Terletak di atas lahan seluas dua hektare di wilayah Leiria, rumah ini dirancang dengan penghormatan penuh terhadap lingkungan sekitarnya. Struktur bangunan tidak memaksakan diri pada lanskap, melainkan beradaptasi dengannya. Hasilnya adalah integrasi yang organik dan peka, menjadikan rumah ini sebagai tempat berlindung di mana alam dan bangunan berdampingan dalam keselarasan sempurna.

Ruang-ruang dirancang untuk kontemplasi dan keheningan.

Tata letak keempat bangunan yang membentuk CC House: Garasi, Barn, Bell House, dan Black Bird House direncanakan secara matang untuk mempertahankan topografi asli tapak. Setiap volume ditempatkan secara strategis di atas teras alami dan dikembangkan dalam satu lantai guna meminimalkan dampak visual. Pemilihan material: beton, kayu, dan seng, mencerminkan pencarian bahasa arsitektur yang halus, di mana kesederhanaan justru menonjolkan keindahan alami tapak.

Pelestarian vegetasi eksisting menjadi prioritas utama. Bangunan dirancang untuk merangkul pepohonan.

Setiap detail proyek ini memperkuat hubungan antara arsitektur dan alam. Proses konstruksi yang berlangsung selama delapan tahun menjadi bukti perhatian dan dedikasi yang dicurahkan dalam perwujudannya. Pelestarian vegetasi eksisting menjadi prioritas utama, dengan bangunan yang dirancang untuk merangkul pepohonan berusia ratusan tahun, tanpa intervensi agresif terhadap lahan. Orientasi bangunan serta penempatan bukaan direncanakan secara cermat untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan mendorong ventilasi silang, sehingga tercipta ruang-ruang yang nyaman dan selaras dengan iklim setempat.

Orientasi bangunan dan penempatan bukaan memaksimalkan pencahayaan alami dan mendorong ventilasi silang.

Klien, yang merupakan penduduk asli wilayah tersebut dan memiliki pemahaman mendalam terhadap lanskapnya, saat ini tinggal dan bekerja di Lisbon sebagai pengelola sebuah firma hukum. Ia memandang proyek ini sebagai kesempatan untuk kembali terhubung dengan akar budayanya serta menemukan kembali ketenangan pedesaan, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan urban. Lebih dari sekadar rumah, CC House merepresentasikan sebuah perjalanan kembali ke asal-usul dan komitmen terhadap esensi tempat.

Ruang-ruang yang nyaman dan selaras dengan iklim setempat.

Lingkungan alam sekitar memainkan peran penting dalam setiap keputusan desain. Salah satu tantangan utama adalah pengelolaan kanopi pepohonan yang lebat, terutama pohon ek gabus dan holm oak, yang daunnya menumpuk di tanah selama musim dingin. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sistem pembersihan mandiri dan drainase air hujan yang efisien pada desain atap.

Penataan lampu yang menghidupkan area pool house.

Solusi yang dipilih berupa atap miring berlapis seng, dengan kemiringan yang dipadukan dengan bantuan angin dan air hujan, memungkinkan daun-daun gugur tersapu secara alami. Daun-daun tersebut diarahkan ke tanah, sehingga mudah dikumpulkan oleh tim perawatan. Pendekatan teknis ini tidak hanya menjamin fungsi dan ketahanan atap, tetapi juga memastikan integrasi bangunan yang harmonis dengan lanskap sekitarnya.

Apple Sculpture karya Lisa Pappon, Brasil ditempatkan di dekat pool house.

Di balik atmosfer tenang dan palet warna netral properti ini, beberapa elemen desain tampil menonjol sebagai pernyataan artistik. Sebagian besar karya tersebut dikoleksi klien selama bertahun-tahun, sementara lainnya dipilih khusus untuk proyek ini. Salah satunya adalah patung apel Bull & Stein (Artist Edition karya Bruno Jorge Monteiro e Silva – Porto dan Apple Sculpture karya Lisa Pappon – São Paulo, Brasil) yang ditempatkan di dekat Pool House. Dengan warna-warnanya yang cerah, karya ini secara sengaja menciptakan kontras dengan nuansa alami tapak, sekaligus menjadi titik fokus ekspresi artistik dalam keseluruhan komposisi arsitektur.

Rumah ini didesain oleh Inception Architects Studio.

Di CC House, arsitektur tidak berupaya mendominasi lanskap, melainkan membangun dialog yang halus dan penuh penghormatan dengannya. Proyek ini mencerminkan pendekatan di mana lingkungan binaan beradaptasi dengan alam sekitarnya, memastikan bahwa rumah ini tidak hanya berdiri di atas lahan, tetapi benar-benar memahami dan merayakannya.

Atap seng miring dirancang agar daun-daun yang gugur dapat meluncur secara alami.

See more images in the gallery below

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Project name: CC House – Quinta dos Carvalhos
Project location: Leiria, Portugal

Architecture Office: Inception Architects Studio

Year of conclusion: 2024
Total area: 1200 m²

Architectural Photographer: Ivo Tavares Studio

READ MORE

error:
id_IDIndonesian