Membiarkan Lahan Memimpin

Plontur Raih Pengakuan World Architecture Festival atas Desain Berbasis Alam.
Plontur Group dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori Leisure-Led Development pada World Architecture Festival 2025, yang memberikan pengakuan kepada Luana Farms di Calaca, Batangas atas pendekatannya yang berbasis alam dan berlandaskan lanskap dalam pengembangan kawasan. Penghargaan ini mencerminkan keyakinan inti Plontur bahwa desain yang bermakna dimulai dari proses mendengarkan. Lahan bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau ditutupi bangunan. Lahanlah yang menetapkan kerangka bagi segala hal yang mengikutinya.

Desain awal bangunan dipandu oleh sistem ekologi, bukan oleh bentuk bangunan.

Pendekatan Berbasis Alam
Luana Farms dibentuk melalui proses desain yang dipimpin oleh arsitek lanskap, di mana keputusan perencanaan pertama-tama dipandu oleh sistem ekologi, bukan oleh bentuk bangunan. Proses desain dimulai dengan memahami karakter lahan itu sendiri: topografi, vegetasi, pergerakan air, pola angin, serta komunitas yang telah ada dan bergantung padanya.

Pendekatan Plontur menempatkan lanskap sebagai pusat proses desain. Arsitektur hadir sebagai respons terhadap lahan, bukan sebagai titik awal. Dengan cara ini, sebuah tempat dapat berkembang dengan kejernihan dan kesederhanaan, berakar pada cara sistem alami bekerja dari waktu ke waktu.

Vila dan fasilitas ditempatkan secara ringan mengikuti kontur lahan. Terinspirasi dari rumah tradisional bahay kubo Filipina, struktur dibuat terangkat dan terbuka.

Tapak ini berada di antara Mount Batulao dan Taal Lake, dua bentang alam utama yang membentuk karakter Batangas. Alih-alih berorientasi ke dalam, rencana induk kawasan membuka diri ke arah elemen-elemen tersebut. Arah pandang, sirkulasi, dan ruang berkumpul dirancang untuk memperkuat hubungan antara manusia dan tempatnya.

Perencanaan Induk Berbasis Tapak
Sebelum proses desain dimulai, lebih dari 350 pohon asli didokumentasikan dan dipertahankan. Bangunan serta jalur sirkulasi dirancang dengan cermat mengikuti elemen-elemen eksisting tersebut guna menjaga kesinambungan kanopi dan koneksi ekologis di seluruh tapak.

Desain ini berupaya memulihkan hubungan hidup antara manusia dan alam.

Dari total lahan seluas 10,9 hektare, 73 persen tetap tidak terbangun. Area ini dipertahankan sebagai penyangga hutan, koridor ekologis, dan lahan pertanian produktif. Lahan tetap berfungsi sebagai sistem hidup yang mendukung keanekaragaman hayati, produksi pangan, dan ketahanan jangka panjang.

Area terbangun diorganisasikan menggunakan logika spasial barangay Filipina. Struktur dikelompokkan mengelilingi ruang terbuka bersama, bukan diperlakukan sebagai objek terpisah. Tata letak ini mendorong keterbukaan, aksesibilitas, dan interaksi sosial sehari-hari, sekaligus menjaga sebagian besar tapak tetap utuh dan adaptif.

Dari total lahan seluas 10,9 hektare, 73 persen tetap tidak terbangun.

Empat Zona yang Dibentuk oleh Lahan
Rencana induk dibagi menjadi empat zona, masing-masing merespons langsung topografi, kemiringan, dan pergerakan di dalam tapak.

Undangan untuk Berkumpul
Terletak di elevasi tertinggi dekat jalan utama, zona pertama membentuk ambang sipil kawasan. Di sini terdapat restoran, hotel, dan paviliun, menciptakan ruang kedatangan di mana pengunjung terlebih dahulu berinteraksi dengan lanskap sebelum arsitektur. Atap hijau, dek terbuka, dan struktur berpori memungkinkan bidang tanah tetap berkesinambungan dan mudah diakses.

Area di bangunan dipertahankan sebagai penyangga hutan, koridor ekologis, dan lahan pertanian produktif.

Undangan untuk Merenung
Menuruni lereng, vila dan fasilitas ditempatkan secara ringan mengikuti kontur lahan. Terinspirasi dari rumah tradisional bahay kubo, struktur dibuat terangkat dan terbuka, memungkinkan udara, cahaya, dan vegetasi bergerak bebas. Kolam alami, area tangkapan air hujan, dan jalur pejalan kaki yang ditinggikan mendukung performa ekologis sekaligus menghadirkan ruang retret yang tenang.

Undangan untuk Terhubung
Di pusat tapak terdapat lahan pertanian permakultur yang aktif. Tamu dan petani berbagi lanskap yang sama melalui kegiatan menanam, memanen, pasar, dan ruang belajar. Perhotelan, edukasi, dan mata pencaharian bertemu di sini, menciptakan lingkungan bersama yang berakar pada aktivitas sehari-hari.

Area terbangun diorganisasikan menggunakan logika spasial barangay Filipina.

Undangan untuk Bertumbuh
Pada lereng paling curam, sistem agroforestri bertingkat mengubah medan yang menantang menjadi lahan produktif. Dengan memanfaatkan material dari lokasi, lereng distabilkan untuk mendukung sistem pangan jangka panjang, memperkuat ketahanan ekologis, sekaligus memungkinkan lahan terus berkembang.

Kinerja Lingkungan dan Sosial
Luana Farms dirancang sejak awal dengan tujuan lingkungan dan sosial yang jelas.

Atap hijau, dek terbuka, dan struktur berpori memungkinkan bidang tanah tetap berkesinambungan dan mudah diakses.

Sistem penampungan air hujan dirancang untuk memenuhi hingga 50 persen kebutuhan irigasi kawasan. Strategi pendinginan pasif menurunkan suhu ruang dalam dan mengurangi ketergantungan pada sistem mekanis. Pengadaan material dan produk ditargetkan sebagian besar dalam radius 50 kilometer, mendukung produsen lokal, perajin, dan mitra pertanian.

Proyek ini juga bertujuan meningkatkan pendapatan petani melalui perdagangan langsung, program pertanian bersama, serta pasar di dalam kawasan. Strategi ini memastikan lanskap terus mendukung kesehatan ekologis sekaligus komunitas yang bergantung padanya.

Strategi pendinginan pasif menurunkan suhu ruang dalam dan mengurangi ketergantungan pada sistem mekanis.

Memulihkan Hubungan antara Manusia dan Tempat
Luana Farms mencerminkan keyakinan Plontur bahwa desain seharusnya memulihkan hubungan hidup antara manusia dan alam. Dengan mendengarkan lahan dan komunitas yang didukungnya, proyek ini menciptakan lingkungan yang mampu beradaptasi dari waktu ke waktu, alih-alih menolak perubahan.

Lahan menetapkan kerangka. Komunitas memberinya makna. Arsitektur merespons dengan kesadaran.

Pengakuan dari World Architecture Festival menegaskan cara kerja ini—bukan sebagai gaya, melainkan sebagai tanggung jawab. Seiring Plontur melanjutkan praktiknya, fokusnya tetap pada membentuk tempat yang berkembang bersama waktu, berakar pada ekologi, dan dibangun untuk cara manusia hidup, tumbuh, dan merasa memiliki.

See more images in the gallery below

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Project Name: Luana Farms
Location: Calaca, Batangas, Philippines
Site Area: 10.9 hectares
Architect: Plontur Group
Project Team: Erick Yambao, Alfredo Bertuzzi, John Aguilar

READ MORE

error:
id_IDIndonesian