University of Alberta secara resmi meresmikan University Commons, sebuah transformasi seluas 405.000 kaki persegi dari bekas gedung Fakultas Kedokteran Gigi dan Farmasi yang telah berusia lebih dari satu abad. Dirancang oleh Zeidler Architecture, renovasi transformatif ini menciptakan pusat baru kampus yang mencerminkan evolusi University of Alberta sebagai institusi pendidikan terkemuka, yang kini sepenuhnya dibayangkan ulang untuk mendorong keterbukaan, aksesibilitas, dan inklusivitas yang lebih besar.
Terletak di salah satu pintu masuk utama Kampus Utara, University Commons berfungsi sebagai pintu depan kampus, baik secara harfiah maupun simbolis, dengan menghadirkan ruang dinamis tempat mahasiswa, dosen, dan staf dapat berkumpul, belajar, serta merefleksikan dinamika kehidupan kampus yang terus berkembang.

Desain Inklusif Berbasis Kolaborasi Interdisipliner
Sejak awal, University Commons dirancang sebagai pusat kegiatan yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan peneliti dalam satu ruang bersama, berdasarkan pemahaman bahwa institusi pendidikan yang paling dinamis adalah yang mendorong dan memberdayakan inovasi lintas disiplin ilmu.
Untuk mengubah pengalaman penggunaan ruang secara menyeluruh, interior bangunan yang sebelumnya terfragmentasi dan terbagi berdasarkan fakultas digantikan dengan ruang kantor terbuka dan fleksibel, ruang kelas modern, serta jalur sirkulasi yang terintegrasi.

“Mahasiswa menginginkan kampus yang membuat mereka betah. Tempat di mana mereka merasa diterima, didukung, dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar,” ujar Bill Flanagan, Presiden University of Alberta. “Itulah tepatnya yang ditawarkan bangunan ini.”
Landasan konseptual University Commons terinspirasi oleh metafora kuat seperti pohon pengetahuan dan tradisi makan bersama. Mengadopsi bentuk-bentuk alami, sirkulasi bangunan memancar dari atrium pusat menuju area belajar terbuka, ruang kolaboratif, dan lingkungan pengajaran yang fleksibel. Atrium ini tidak hanya menghadirkan cahaya alami, tetapi juga mengatur pergerakan antar lantai sekaligus menghubungkan berbagai fungsi dalam bangunan.

Melengkapi konsep tersebut, area berkumpul bertema musiman yang disebut “neighbourhoods” ditempatkan di setiap sudut bangunan. Ruang dua lantai ini dirancang untuk mengundang jeda, percakapan, dan interaksi sosial. Terinspirasi dari kehangatan makan bersama, ruang-ruang ini sengaja tidak diberi fungsi khusus agar mendorong pertemuan informal yang setara dan tanpa hierarki.
“University Commons adalah proyek transformasional bagi universitas,” kata James Brown, Partner di Zeidler Architecture. “Selain menciptakan peluang baru untuk menarik mahasiswa terbaik dari berbagai disiplin ilmu, desainnya yang terinspirasi alam mendorong spontanitas dan membantu mahasiswa mengeksplorasi hubungan mereka dengan diri sendiri, sesama, dan lingkungan sekitar secara lebih mendalam.”

Untuk benar-benar mengintegrasikan University Commons ke dalam kehidupan masyarakat sekitar, fasilitas ini terbuka tidak hanya bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga secara rutin menyelenggarakan berbagai acara yang mempertemukan masyarakat dalam sebuah pusat pembelajaran dan koneksi baru.
Program Ruang yang Mendukung Inklusivitas
Menghilangkan hambatan institusional dan mengakomodasi kebutuhan yang beragam menjadi prinsip utama dalam renovasi University Commons. Tujuannya adalah memastikan setiap mahasiswa memiliki akses yang setara terhadap cahaya alami, ruang, dan kesempatan belajar. Untuk mewujudkan hal tersebut, berbagai layanan penting kampus, termasuk kantor registrasi, dekan kemahasiswaan, dan administrasi senior, dipusatkan bersama departemen akademik, area belajar terbuka, ruang rapat yang dapat dipesan, dan ruang proyek kolaboratif.

Interior University Commons dirancang secara beragam untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar. Fasilitas ini menawarkan ruang kelas modular dengan tata letak yang konsisten dan fleksibel, lounge terbuka, serta ruang pertemuan publik yang menghilangkan batas tradisional antara area mahasiswa dan dosen. Material khusus, peredam akustik, serta furnitur desainer dipilih untuk menciptakan suasana hangat dan nyaman, sehingga lingkungan yang tercipta terasa ramah sekaligus adaptif untuk penggunaan jangka panjang.

Area tenang untuk fokus dan refleksi juga mendapat perhatian khusus, termasuk Calming Room, yaitu ruang yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan sensorik untuk pemulihan mental. Ruangan ini dirancang oleh seorang mahasiswa University of Alberta melalui kompetisi desain tingkat kampus. Tujuan kompetisi tersebut adalah mengoptimalkan pengalaman belajar di University Commons agar lebih mendukung keterlibatan dan kreativitas, sekaligus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan keterampilan mereka dalam memecahkan tantangan nyata yang dihadapi institusi.
Keberagaman ruang ini dikurasi secara cermat untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari interaksi sosial hingga konsentrasi mendalam, memperkuat fungsi University Commons sebagai forum kolektif sekaligus tempat perlindungan pribadi.

Menanamkan Narasi Pribumi dalam University Commons
Narasi budaya pribumi tertanam di seluruh area University Commons melalui karya seniman Métis, Christi Belcourt, seorang pendongeng dan seniman ternama yang memiliki penghormatan mendalam terhadap tradisi dan pengetahuan leluhur. Karya-karya naturalistiknya menghidupkan ruang-ruang bersama di University Commons melalui unsur penceritaan dan pengakuan budaya. Terinspirasi oleh keindahan detail flora asli Kanada, karya tersebut menjalin hubungan antara alam dan komunitas. Melalui sentuhan artistik yang penuh makna ini, karya Belcourt memastikan bahwa pengalaman sehari-hari di University Commons selalu berakar pada sejarah dan identitas, mendorong refleksi sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap tempat tersebut.
Karya Belcourt telah menjadi bagian dari koleksi berbagai institusi besar, termasuk National Gallery of Canada dan Art Gallery of Ontario. Ia juga menerima berbagai penghargaan nasional, seperti Governor General’s Award for Innovation dan Ontario Premier’s Arts Award, menjadikannya salah satu seniman pribumi kontemporer paling dihormati di Kanada.

University Commons merupakan proyek revitalisasi dan adaptasi bangunan terbaru yang dikerjakan Zeidler untuk institusi pendidikan tinggi di Kanada. Zeidler juga baru-baru ini mendapatkan penugasan untuk renovasi Convocation Hall di University of Alberta.
Dalam pelaksanaannya, teknologi Building Information Modelling (BIM) digunakan untuk mengoordinasikan proses renovasi yang kompleks, memperjelas hubungan antar ruang, menyelaraskan sistem baru, dan memungkinkan kolaborasi lintas disiplin yang lebih efisien.
See more images in the gallery below
Project name: University Commons
Client: University of Alberta
Base building architect and architect of record: GEC Architecture
Interior architecture and design: Zeidler Architecture
Artwork: Christi Belcourt
Photographer: Adrien Williams
