Txai Bungalow: Retret Tropis Modern di Brasil

Berlokasi di Itacaré, di pesisir selatan Bahia, Txai Bungalow berdiri di atas lereng yang tinggi dan menghadap langsung ke laut. Dari lokasi ini, pemandangan membentang hampir 180 derajat ke arah samudra, melampaui deretan pohon palem dan kelapa yang sudah tumbuh di kawasan tersebut. Terletak terpencil di tengah alam, rumah ini dirancang dengan mempertimbangkan hubungan yang erat antara topografi, vegetasi, dan iklim setempat.

Dari area sosial, pemandangan membentang hampir 180 derajat ke arah samudra.

Di tempat ini, elemen yang paling penting adalah keteduhan. Laut, pohon-pohon kelapa, serta cahaya yang tersaring melalui dedaunannya menjadi inspirasi utama dalam setiap keputusan desain. Konsep ini paling jelas terlihat pada atap area sosial: sebuah struktur kaca melindungi ruang utama, sementara lapisan di bawahnya yang terbuat dari kayu biriba berfungsi menyaring cahaya alami. Sepanjang hari, bayangan terus bergerak di atas lantai dan permukaan rumah, menciptakan suasana yang selalu berubah, menyerupai pengalaman berada di bawah rindangnya kanopi pohon kelapa.

Kayu biriba berfungsi menyaring cahaya alami dimana di atasnya ada lapisan kaca.

“Inspirasi utama di balik desain Txai Bungalow adalah lanskap alami lokasi proyek. Alih-alih memaksakan sebuah desain ke dalam lingkungan yang sudah ada, proyek ini dirancang sebagai respons terhadap elemen-elemen alami yang telah membentuk karakter tapak.

Atap berukuran besar terinspirasi dari bayangan yang dihasilkan oleh pohon-pohon kelapa yang telah tumbuh di lokasi tersebut. Kanopi alami yang lebar dan melindungi menjadi inspirasi bagi desain atap dengan overhang yang luas, sehingga mampu memberikan keteduhan sekaligus memperkuat hubungan antara arsitektur dan lingkungan tropis di sekitarnya.

Inspirasi penting lainnya berasal dari tebing dan formasi batuan setempat. Geometri yang bersifat pahatan dan bersudut diterjemahkan ke dalam dinding-dinding bangunan yang berfaset, menciptakan karakter arsitektur yang kuat namun tetap organik, serta selaras dengan bentang alam di sekitarnya,” —kata Carlos Maia, salah satu Arsitek Utama proyek dari TETRO.

Txai Bungalow berdiri di atas lereng yang tinggi dan menghadap langsung ke laut.

Program ruang dibagi ke dalam empat massa bangunan yang ditempatkan pada ketinggian berbeda mengikuti kontur lahan. Dua massa bangunan berisi suite tamu, masing-masing dengan dua kamar tidur. Suite utama menempati bangunan terpisah di titik tertinggi lahan, sedangkan massa bangunan pusat menjadi area ruang keluarga, ruang makan, area gourmet, dan kolam renang. Seluruh massa bangunan dihubungkan melalui sirkulasi luar ruang berupa dek organik, tangga, dan jalur taman. Untuk berpindah dari kamar tidur menuju area sosial, penghuni harus melintasi lanskap, menjadikan pengalaman berjalan kaki sebagai bagian penting dari pengalaman menikmati rumah ini.

Suite room dengan pemandangan hijau dengan latar belakang bentangan laut.

Kemiringan lahan yang cukup curam memungkinkan seluruh ruang utama menghadap ke laut. Kamar-kamar tidur, suite utama, dan area sosial sama-sama menikmati panorama yang sama, meskipun dari ketinggian yang berbeda. Pada level ruang keluarga, kolam renang infinity secara visual memperluas ruang ke arah samudra, menyatukan warna air kolam dengan birunya laut di kejauhan.

Gourmet kitchen yang menghadap langsung ke samudera dengan keteduhan bilah-bilah kayu biriba.

Massa bangunan yang menampung kamar tidur menggunakan atap dak hijau (planted roof), sehingga kehadiran bangunan di lereng menjadi lebih halus sekaligus memperkuat integrasinya dengan lanskap sekitar. Dinding-dinding bersudut dengan warna tanah bernuansa merah muda lembut menciptakan hubungan visual dengan tanah, tebing, dan material rustic khas Bahia. Di sisi lain, geometri dinding yang tidak beraturan menghadirkan bahasa arsitektur kontemporer yang tidak sekadar meniru arsitektur lokal, melainkan menjadikannya sebagai titik awal untuk membangun hubungan baru antara ruang berlindung, keteduhan, dan alam.

Txai Bungalow didesain oleh arsitek TETRO.

Menurut Carlos Maia, salah satu tantangan konstruksi terbesar adalah komposisi tanah di lokasi. Tapak didominasi oleh tanah berpasir, sehingga proses penggalian menjadi sangat kompleks. Selama pekerjaan berlangsung, tanah cenderung bergeser dan runtuh, sehingga diperlukan penyesuaian secara terus-menerus serta solusi rekayasa yang cermat untuk menjaga kestabilan.

Ia menegaskan bahwa mengatasi kondisi tanah tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar selama proses konstruksi. Hal ini menuntut kolaborasi yang erat antara tim perancang dan tim konstruksi agar proyek dapat dilaksanakan dengan aman sekaligus tetap menjaga integritas dan karakter alami tapak.

Dinding-dinding bersudut dengan warna tanah menciptakan hubungan visual dengan tanah, tebing, dan material rustic khas Bahia.

See more images in the gallery below

 
 
 
 
 
 

Multiple drawings are provided below for reference

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

5 Key Architectural Highlights of Txai Bungalow

  1. Architecture Rooted in the Landscape
    The bungalow is carefully positioned to blend with Bahia's tropical coastline, preserving existing vegetation while maximizing views, natural shade, and the surrounding environment.
  2. Organic Design Inspired by Nature
    The architectural concept draws inspiration from the colors and textures of the sea, coconut palms, and native foliage, resulting in soft forms and a material palette that reflects the local ecosystem.
  3. Seamless Indoor–Outdoor Living
    Large openings, generous terraces, and naturally ventilated spaces create a continuous relationship between interior and exterior, encouraging a tropical lifestyle connected to the landscape
  4. Regional Materials and Craftsmanship
    The project emphasizes locally sourced materials and traditional construction techniques, reinforcing sustainability while celebrating the architectural identity of Brazil's northeastern coast.
  5. Climate-Responsive Architecture
    Passive design strategies—including cross-ventilation, deep roof overhangs, and shaded outdoor areas—reduce heat gain and improve thermal comfort, minimizing the need for mechanical cooling.

Project Name: Txai Bungalow
Architect: TETRO
Responsable Architects: Carlos Maia, Débora Mendes, and Igor Macedo
Location: Itacaré, Bahia, Brasil
Completion Year: 2025
Plot Area: 3.845,87m²
Total Built Area: 769,61m²

Contributors: Bianca Carvalho, Bruno Bontempo, Bruna Maciel, Sabrina Freitas, Luisa Lage, Manuela Moss, Saulo Saraiva

Photography: Lupércio Fotografia

READ MORE

error:
id_IDIndonesian