Apartment 110: Mendefinisikan Kembali Kemewahan melalui Cahaya, Ruang, dan Kesederhanaan yang Tak Lekang oleh Waktu

Rumah yang Mengutamakan Kejernihan, Kenyamanan, dan Kesejahteraan, Bukan Ornamen


Di tengah realitas perkotaan ketika ruang dan cahaya telah menjadi sebuah kemewahan, bahkan hunian residensial bernilai tinggi sering kali gagal menghadirkan rasa nyaman dan sejahtera. Apartment 110, hunian empat kamar tidur yang berada di satu lantai di Camellias, Gurugram, hadir sebagai sebuah respons terhadap kondisi tersebut. Proyek ini berangkat dari gagasan bahwa kemewahan bukan terletak pada tampilan yang berlebihan, melainkan pada kejernihan, cahaya, dan koherensi ruang. Setiap inci ruang dan cahaya alami dimanfaatkan secara cermat untuk membentuk sebuah rumah keluarga yang terasa terbuka dan luas, sekaligus intim dan tertata.

Rumah ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kemudahan, dengan pergerakan yang dinamis serta garis pandang panjang yang memungkinkan mata menjelajahi seluruh apartemen ke berbagai arah tanpa terhalang. Ketimbang membatasi area dengan sekat, ruang-ruang dibedakan melalui variasi ketinggian plafon, palet material yang berani namun tetap terkendali, serta pelapisan tekstur yang taktil. Volume ruang dimodulasi secara cermat, dengan ketinggian plafon dibuat setinggi pelat struktur sejauh memungkinkan dan hanya diturunkan ketika diperlukan untuk mengakomodasi instalasi utilitas.

Ide proyek Apartment 110 berangkat dari gagasan bahwa kemewahan bukan terletak pada tampilan yang berlebihan, melainkan pada kejernihan, cahaya, dan koherensi ruang.

Palet minimalis yang hangat, terdiri dari veneer kayu sycamore, kain bernuansa netral, terrazzo dua warna, serta furnitur yang dirancang khusus, menciptakan atmosfer elegan yang refined tanpa kesan sintetis yang kaku. Minimalisme di sini tidak sekadar diwujudkan melalui palet monokrom, tetapi juga melalui desain yang tidak dekoratif maupun terlalu menonjol. Setiap detail dirancang secara cermat untuk menghilangkan kekacauan visual, sehingga rumah dapat berfungsi sebagai latar yang tenang dan adaptif bagi kehidupan sehari-hari.

Ruang-ruang bersama dirancang dengan tata letak terbuka yang mengakomodasi ruang tamu formal, dapur dengan island dan bar, area makan, serta teras-teras luar ruang. Ruang tamu terhubung ke area luar melalui bukaan setinggi penuh menuju teras-teras yang luas, menghadap hamparan lapangan golf sekaligus membanjiri interior dengan cahaya alami. Hubungan dengan ruang luar diperkuat melalui transisi lantai yang mulus serta palet material yang berlanjut melintasi setiap ambang ruang. Plafon palsu melengkung digunakan untuk menyembunyikan sistem pendingin udara, pencahayaan, dan utilitas tambahan secara discreet.

Setiap inci ruang dan cahaya alami dimanfaatkan secara cermat untuk membentuk sebuah rumah keluarga yang terasa terbuka dan luas, sekaligus intim dan tertata.

Di samping ruang tamu, dapur terbuka dirancang untuk mendukung aktivitas memasak sehari-hari sekaligus menjamu tamu, dengan tingkat keterbukaan yang sama seperti area living. Finishing hitam yang mencolok membedakan dapur dari warna-warna netral di sekitarnya sekaligus menciptakan transisi ruang yang subtil. Ketimbang menggunakan plafon palsu konvensional, sebuah sistem soffit modular yang dapat dilepas, terbuat dari logam dan kaca, digunakan untuk mengintegrasikan utilitas secara discreet. Sistem ini memberikan kesan visual yang ringan sekaligus memudahkan perawatan.

Lantai kayu bernuansa hangat di dapur bertransisi menjadi terrazzo beige mengilap dengan aksen garis ubin hitam pada area yang bersebelahan, menyatukan seluruh ruang publik dalam satu bahasa desain. Kabinet flush, peralatan yang terintegrasi, serta handle yang tersembunyi semakin memperkuat karakter hunian yang mengutamakan kejernihan dan presisi.

Ruang tamu terhubung ke area luar melalui bukaan setinggi penuh menuju teras-teras yang luas, menghadap hamparan lapangan golf sekaligus membanjiri interior dengan cahaya alami.

Area makan ditempatkan sejajar dengan dapur dan dilengkapi meja makan dari kayu Padauk sepanjang 5 meter lebih, dengan detail pengerjaan sambungan tradisional yang menonjolkan kekuatan serta keaslian material. Meja tersebut menjadi elemen utama yang kokoh, sementara kursi aluminium edisi terbatas bergaya kontemporer dan lampu plafon yang dirancang khusus memberikan sentuhan modern sebagai penyeimbang.

Bahkan ruang-ruang yang umumnya bersifat tertutup tetap mempertahankan kesan terbuka. Ruang televisi terhubung langsung dengan area luar melalui jendela geser setinggi lantai hingga plafon, memperkuat kesinambungan visual di seluruh hunian. Sebuah sofa modular bertingkat dirancang agar dapat dikonfigurasi secara fleksibel. Bentuk bertingkat dan sandaran kepala yang dapat dipindahkan juga berfungsi sebagai tempat duduk, sehingga dapat menyesuaikan perubahan rutinitas maupun kebutuhan ketika menerima tamu.

Volume ruang dimodulasi secara cermat, dengan ketinggian plafon dibuat setinggi pelat struktur sejauh memungkinkan dan hanya diturunkan ketika diperlukan untuk mengakomodasi instalasi utilitas.

Untuk mengurangi penyebaran suara yang dapat muncul dari tata ruang yang luas dan terbuka, elemen penyerap suara secara subtil diintegrasikan ke dalam desain. Pendekatan ini memberikan kualitas akustik yang lebih lembut dan atmosfer yang lebih tenang pada ruang.

Koridor yang dilapisi material oak memperluas bahasa material dan plafon menuju area privat. Warna-warna muted, aksen hitam-putih, serta detail yang kokoh menciptakan suasana yang natural dan hangat. Kamar tidur ditempatkan di bagian rumah yang lebih tenang dan diapit oleh teras-teras yang memungkinkan cahaya alami masuk dari dua arah.

Palet minimalis yang hangat, terdiri dari veneer kayu sycamore, kain bernuansa netral, terrazzo dua warna, serta furnitur yang dirancang khusus, menciptakan atmosfer elegan yang refined tanpa kesan sintetis yang kaku.

Plafon palsu melengkung mengikuti pertemuan antara dinding dan plafon untuk menyembunyikan utilitas penting, kemudian berakhir dengan membentuk satu sapuan yang menampung pencahayaan cove dan tirai. Panel kayu beralur mempertahankan permukaan yang tampak menyatu tanpa terputus, sementara veneer oak dan tiger-stripe menambahkan kedalaman serta dimensi visual.

Material lantai pada area privat beralih secara subtil dari terrazzo ke kayu, sehingga meningkatkan kesan hangat dan nyaman. Lemari pakaian dirancang dengan area walk-in yang luas dan detail yang menyatu dengan bahasa material masing-masing ruang. Kamar mandi juga menggunakan terrazzo beige, oak, serta detail hitam, memastikan setiap ruang menjadi bagian dari satu narasi desain yang kohesif.

Kamar tidur ditempatkan di bagian rumah yang lebih tenang dan diapit oleh teras-teras yang memungkinkan cahaya alami masuk dari dua arah.

“Kemewahan lebih berkaitan dengan kualitas ruang, cahaya, dan udara daripada sekadar penggunaan material dan karpet shagpile,” —Akshat Bhatt, Principal Designer of Architecture Discipline.

Hunian ini mendefinisikan kembali kemewahan melalui ruang-ruang bebas dari kekacauan visual yang dirancang untuk mengutamakan kenyamanan penghuni. Desainnya mencerminkan ikatan kekeluargaan dalam budaya klasik India, ketika mata dapat bergerak tanpa terputus dari satu sudut rumah ke sudut lainnya. Pendekatan tersebut menghadirkan keintiman melalui ruang-ruang bersama, sekaligus tetap memberikan privasi untuk menjalankan rutinitas sehari-hari.

Material lantai pada area privat beralih secara subtil dari terrazzo ke kayu, sehingga meningkatkan kesan hangat dan nyaman.
Lemari pakaian dirancang dengan area walk-in yang luas dan detail yang menyatu dengan bahasa material masing-masing ruang.

Desain ini tidak berusaha menyembunyikan segala sesuatu. Sebaliknya, keaslian dan kemurnian material ditampilkan dengan rasa nyaman dan natural. Pada beberapa area, utilitas dan pelat struktur dibiarkan terlihat, memberikan gambaran mentah mengenai gagasan kemewahan yang tertata sekaligus mengubahnya menjadi sebuah ekspresi artistik.

Kekuatan desain Apartment 110 terletak pada pendekatan yang terkendali. Setiap keputusan dibuat secara terukur dan penuh pertimbangan, menghadirkan kejernihan tanpa artifisialitas serta ekspresi tanpa berlebihan. Di sini, kemewahan bukan tentang menciptakan sebuah spektakel, melainkan tentang bagaimana ruang dapat beradaptasi secara alami dengan ritme kehidupan—menyediakan ruang untuk bergerak, beristirahat, dan sekadar menikmati keberadaan.

See more images in the gallery below

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Project Name: Apartment 110
Location: Gurugram, New Delhi, India
Name of Client:Undisclosed
Architect: Architecture Discipline
Principal Architect: Akshat Bhatt
Design Team: Akshat Bhatt, Heena Bhargava
Built-Up Area: 11,000 sq. ft.
Completion Date: 2026
Photographer: Jeetin Sharma

READ MORE

error:
id_IDIndonesian