
Apa inspirasi utama di balik desain Adentro House?
Inspirasi utamanya berasal dari tapak itu sendiri. Lahan tersebut dikelilingi pepohonan yang lebat. Meskipun kami ingin menciptakan sebuah rumah yang luas dan lapang, kami juga ingin mempertahankan sebanyak mungkin vegetasi yang sudah ada.
Ketimbang melihat pepohonan sebagai hambatan bagi proyek, kami memandangnya sebagai bagian penting dari arsitektur. Hal ini mendorong kami untuk memikirkan rumah melalui ruang-ruang kosongnya—melalui bagian-bagian yang sengaja tidak dibangun. Ruang-ruang tersebut memungkinkan alam meresap ke dalam rumah, menghadirkan cahaya, vegetasi, dan lanskap ke ruang interior.

Dalam pengertian ini, ruang kosong memiliki peran yang sama pentingnya dengan elemen yang dibangun. Arsitektur muncul dari hubungan antara apa yang dibangun dan apa yang sengaja dibiarkan terbuka.
Apa tantangan utama yang dihadapi selama proses pembangunannya?
Salah satu tantangan utama adalah pelaksanaan struktur. Rumah ini menggunakan sistem struktur hibrida yang memadukan balok baja dengan dinding beton bertulang, sehingga membutuhkan tingkat presisi yang sangat tinggi sepanjang proses pembangunan.
READ ALSO: Adentro House: Rumah yang Dibentuk oleh Pepohonan
Karena beton dirancang untuk dibiarkan terekspos, ruang untuk melakukan kesalahan menjadi sangat terbatas. Setiap detail harus direncanakan dan dikerjakan dengan sangat cermat, karena setiap ketidaksempurnaan akan tetap terlihat dan tidak dapat dengan mudah diperbaiki atau diubah setelahnya.

Hal tersebut menuntut koordinasi yang sangat erat antara tim arsitektur dan tim struktur, serta tingkat ketelitian yang tinggi dalam proses pembangunan setiap elemen.
