Casa A: Mengubah Lahan Miring Menjadi Ruang Horizontal

Terletak di sebuah lahan curam di Braga, rumah ini lahir dari sebuah gestur arsitektur yang sederhana dan terkendali: daripada mendominasi lereng, desainnya memilih untuk mendengarkan kontur tanah dan mengikutinya. Solusi desain diwujudkan melalui serangkaian teras dan platform, di mana dua bidang horizontal yang saling bergeser bertumpu dengan lembut di lereng bukit, merangkul kemiringan lahan sekaligus membuka diri ke arah selatan dan barat untuk mencari cahaya dan pemandangan yang luas.

Desain Casa A diwujudkan melalui serangkaian teras dan platform.

Materialitasnya bersifat sederhana dan esensial. Atap-atapnya meniru lanskap di sekitarnya, sementara dinding penahan tanah disejajarkan dengan jalan, dengan halus menjahit bangunan ke dalam jaringan kota. Urutan akses yang ditandai oleh sebuah ramp yang mengatasi perbedaan elevasi menjadi transisi antara kota dan tempat peristirahatan yang privat, secara bertahap menghadirkan perspektif baru antara ruang dalam dan ruang luar.

Dua bidang horizontal yang saling bergeser bertumpu di lereng bukit.

Di Casa A, lereng diubah menjadi harmoni yang dapat dihuni, dan ruang luar mengundang momen istirahat di penghujung hari, di tepi kolam, di bawah langit Braga.

Lukisan hidup lanskap yang masuk melalui jendela-jendela besar.

Lahan Barros bukanlah tanah yang mudah ditaklukkan. Ia merupakan rangkaian kemiringan, peta yang tidak beraturan yang seolah menantang gravitasi. Di timur, kekuatan dinding batu mengangkat pandangan; di barat, jalan-jalan membentuk batasnya. Sebuah ruang kosong di tengah kota yang menunggu untuk diisi, kanvas kosong yang menanti sebuah gestur.

Kemiringan lahan menghadirkan perspektif baru di dalam hunian.

Jawabannya adalah bisikan kepada bumi, bukan teriakan. Bukannya menguasai lereng, kami memilih untuk mendengarkannya dan berjalan bersamanya. Arsitektur lahir dari proses pemodelan lahan, dari gagasan menciptakan teras dan dataran seperti anak tangga yang menuntun dari kekacauan menuju keteraturan.

Lereng diubah menjadi harmoni yang dapat dihuni.

Bangunan ini pun menjadi organisme yang bernapas bersama tanah. Dua bidang horizontal, sederhana dalam kemurniannya, bertumpu secara bertingkat, memeluk lereng bukit. Tidak ada kekakuan, yang ada adalah gerak. Rumah ini membuka diri ke arah selatan dan barat, seperti tanaman yang mencari matahari. Pemandangan yang tak terhalang menjadi ganjarannya, lukisan hidup lanskap yang masuk melalui jendela-jendela.

Pemandangan yang luas ke arah barat.

Materialitasnya bersahaja, sebuah kembali pada hal-hal mendasar. Atap-atapnya merupakan bentuk peniruan yang sadar, semacam penyamaran yang menyatukan bangunan dengan lingkungannya. Dinding penahan tanah disejajarkan dengan jalan, menjahit jaringan kota dengan halus.
Dari Rua de Barros, akses menuju rumah dimulai. Ramp yang mengatasi kemiringan setinggi enam meter menjadi ruang transisi, perjalanan dari dunia luar menuju tempat perlindungan pribadi sekaligus menghadirkan perspektif baru di dalamnya.

Casa A didesain oleh L2C Arquitetura.

Ini bukan sekadar rumah biasa; ini adalah tempat bernaung yang menemukan keseimbangannya pada kemiringan dan horizon. Sebuah perwujudan gagasan di mana pengendalian bertemu dengan puisi tempat, mengubah lereng curam menjadi harmoni yang dapat dihuni. Tempat di mana ruang luar yang dihargai dan disusun secara hierarkis, mengundang orang untuk beristirahat di tepi air kolam, di bawah langit Braga.

Cahaya alami membuat area mandi menjadi sehat dan hemat energi.

See more images in the gallery below

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Project name: Casa A
Architecture Office: L2C Arquitetura
Main Architect: Luís Cunha
Collaboration: Rui Forte

Builder: Predisposta LDA
Inspection, Landscape, Light Design, Visual identity, illustrations, Interior Design: L2C Arquitetura
Engineering: Márcia Cunha
Acoustic Design, Fluids Engineering, Thermal Engineering: M2N

Location: Braga, Portugal
Year of conclusion: 2024
Total area: 550 m2

Architectural Photographer: Ivo Tavares Studio

READ MORE

error:
id_IDIndonesian