Tempat Kerja yang Mengutamakan Cahaya Alami

Dengan pencahayaan alami yang dirancang secara cermat dan tata ruang yang fleksibel, proyek ini mendukung konsentrasi, kolaborasi, dan proses pembelajaran berkelanjutan

Kantor Regional L’Oréal yang berlokasi di South City Business Park, Kolkata, memiliki luas 760 m². Kantor ini dirancang selaras dengan prinsip L’Oréal yang mengedepankan kehalusan desain serta pendekatan yang berpusat pada manusia. Proyek ini menonjol melalui dua karakter utama, yaitu pemanfaatan cahaya alami secara cermat untuk membentuk pengalaman pengguna dan fleksibilitas ruang yang dicapai melalui perencanaan adaptif. Hasilnya adalah ruang kerja yang responsif dan terus berkembang mengikuti kebutuhan para penggunanya.

Perancangannya terinspirasi oleh lingkungan perkantoran kontemporer yang fleksibel dan mengutamakan fungsi, sekaligus memadukan unsur budaya yang memberikan karakter dan identitas lokal yang kuat.

Interior kantor ini ditandai dengan desain yang bersih, tata ruang yang efisien, serta penggunaan material berkualitas tinggi. Perancangannya terinspirasi oleh lingkungan perkantoran kontemporer yang fleksibel dan mengutamakan fungsi, sekaligus memadukan unsur budaya yang memberikan karakter dan identitas lokal yang kuat. Saat memasuki kantor, area resepsionis menjadi salah satu daya tarik melalui penggunaan elemen pencahayaan berbentuk organik yang dibuat dari anyaman rotan dan material akustik.

Kantor ini dirancang mengedepankan kehalusan desain dan pendekatan yang berpusat pada manusia.

Kesetaraan Ruang melalui Pencahayaan Alami

Tantangan utama dalam merancang area kantor ini adalah mengatasi dampak lingkungan dan visual dari fasad kaca. Panas berlebih yang terperangkap di dalam bangunan serta meningkatnya kebutuhan pendingin udara menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi perencanaan yang mengutamakan kesetaraan ruang. Area yang paling sering digunakan dan ditempati dalam durasi panjang ditempatkan pada bagian yang memperoleh cahaya alami secara optimal. Sebaliknya, ruang rapat, area penyimpanan, dan zona pendukung lainnya ditempatkan di bagian tengah tata ruang, sehingga pencahayaan buatan dapat digunakan secara efisien tanpa mengurangi kenyamanan pengguna.

Penataan ruangnya didesain fleksibel yang terus berkembang mengikuti kebutuhan para penggunanya.

Untuk mengurangi dampak cahaya yang terlalu kuat dan tidak merata akibat penggunaan kaca berwarna, meja kerja diatur dengan orientasi yang dapat mengendalikan silau sekaligus memungkinkan ruang merespons kualitas cahaya alami yang tersebar secara lebih efektif. Tirai dan kerai digunakan untuk melembutkan cahaya yang masuk serta mengendalikan panas, sehingga kenyamanan visual dan efisiensi energi tetap terjaga.

Pendekatan ini memastikan bahwa cahaya alami dapat dinikmati oleh pengguna yang paling membutuhkannya selama jam kerja, sekaligus meningkatkan kinerja energi bangunan secara keseluruhan.

Estetika interior mengusung palet warna bernuansa bumi yang tetap memiliki karakter internasional.
Area yang paling sering digunakan dan ditempati dalam durasi panjang ditempatkan pada bagian yang memperoleh cahaya alami secara optimal.

Tata Ruang Fleksibel untuk Kolaborasi dan Kenyamanan

Tata ruang kantor ini dirancang untuk mengoptimalkan ergonomi dan kesejahteraan karyawan, dengan mengakomodasi 52 meja kerja, lima ruang rapat, satu ruang konferensi, serta tiga area untuk beristirahat dan berinteraksi. Fleksibilitas menjadi prinsip utama dalam perancangannya, sehingga kantor mampu mendukung aktivitas kolaboratif maupun pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Pencahayaan alami yang dirancang secara cermat untuk membentuk pengalaman pengguna.

Melalui sistem tempat duduk fleksibel, karyawan dapat memilih area kerja sesuai preferensi masing-masing. Loker juga disediakan agar tidak ada karyawan yang harus terikat pada satu meja kerja tertentu. Area istirahat yang nyaman, dilengkapi tempat duduk santai dan stasiun kopi, mendorong interaksi informal sekaligus membangun rasa kebersamaan di antara para karyawan.

Ruang rapat tersebar di berbagai bagian kantor untuk mengakomodasi sesi curah gagasan, diskusi tim, dan pertemuan dengan klien. Dua ruang rapat berukuran kecil dapat digabungkan menjadi satu ruang rapat besar, sehingga tata ruang dapat menyesuaikan kebutuhan kelompok dengan ukuran berbeda serta mengakomodasi pertumbuhan tim pada masa mendatang.

Meja kerja diatur dengan orientasi yang dapat mengendalikan silau sekaligus memungkinkan ruang merespons kualitas cahaya alami yang tersebar secara lebih efektif.
Tirai dan kerai digunakan untuk melembutkan cahaya yang masuk dan mengendalikan panas.

Bilik telepon privat ditempatkan secara strategis untuk menyediakan ruang tenang bagi percakapan telepon, pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi, dan diskusi rahasia. Perancangan akustik juga mengatur perambatan suara secara cermat di area terbuka maupun tertutup, menciptakan lingkungan kerja yang seimbang dan mendukung produktivitas serta kenyamanan manusia.

Bilik telepon privat ditempatkan secara strategis untuk menyediakan ruang tenang bagi percakapan telepon dan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.

Materialitas dan Perancangan Pengalaman Indrawi

Estetika interior mengusung palet warna bernuansa bumi yang tetap memiliki karakter internasional, memadukan desain kontemporer dengan aksen budaya yang mencerminkan warisan dan konteks lokal. Warna-warna lembut menghadirkan kehangatan serta latar visual yang alami dan menenangkan, sehingga mengurangi kelelahan visual sekaligus meningkatkan konsentrasi dan kenyamanan.

Ruang rapat, area penyimpanan, dan zona pendukung lainnya ditempatkan di bagian tengah tata ruang.
Ruang rapat tersebar di berbagai bagian kantor untuk mengakomodasi sesi curah gagasan, diskusi tim, dan pertemuan dengan klien.

Furnitur berbahan anyaman rotan dan mural karya seniman lokal memperkuat keaslian desain sekaligus menghadirkan konteks budaya dan geografis ke dalam lingkungan kerja modern.

Kafetaria menempati sudut utama dalam tata ruang, dikelilingi oleh cahaya alami yang melimpah dan pemandangan ke luar. Area ini berfungsi sebagai titik berkumpul yang dinamis untuk interaksi informal dan waktu istirahat. Tata ruang berpola gelombang menciptakan kesan organik sekaligus memecah monotonnya lingkungan kerja yang cenderung kaku dan geometris.

Area istirahat yang nyaman, dilengkapi tempat duduk santai dan stasiun kopi, mendorong interaksi informal sekaligus membangun rasa kebersamaan di antara para karyawan.

Elemen pencahayaan berbahan Anutone juga meningkatkan kualitas akustik di area yang ramai. Pendekatan desain ini semakin diperkaya melalui prinsip biofilik, yakni integrasi unsur alam ke dalam ruang, dengan penggunaan material alami dan tanaman hijau untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi stres, serta memperbaiki kualitas udara dalam ruangan. Dengan demikian, karyawan dapat merasa lebih nyaman, terhubung dengan alam, dan berenergi sepanjang hari.

Area kerja diperkaya melalui prinsip biofilik dengan mengintegrasikan penggunaan material alami dan tanaman hijau.
Kantor ini menghadirkan perpaduan yang matang antara respons terhadap kebutuhan pengguna dan kemampuan ruang untuk beradaptasi.

Kantor Regional L’Oréal menghadirkan perpaduan yang matang antara respons terhadap kebutuhan pengguna dan kemampuan ruang untuk beradaptasi. Lingkungan kerja ini dirancang sebagai ruang dinamis yang terus berkembang mengikuti penggunanya, sekaligus mendukung kesejahteraan, produktivitas, dan rasa memiliki.

Kantor Regional L’Oréal di Kolkata didesain oleh groupDCA.

Melalui perhatian yang cermat terhadap pencahayaan, fleksibilitas, dan kenyamanan indrawi, desain ini menghadirkan lingkungan kerja yang elegan dan terukur, dengan keseimbangan antara kinerja dan kebutuhan manusia.

See more images in the gallery below

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Name of Project: L’Oreal Regional Office
Location: Kolkata, India
Name of Client: L’Oreal India
Interior Designer: groupDCA
Principal Designer: Amit Aurora
Design Team: Nisha Tanwar, Sagarika Gupta
Built-Up Area (sq ft & sq m): 8175 sq. ft
Start Date: Oct 2024
Completion Date: March 2025
Photographer: Jeetin Sharma

READ MORE

error:
id_IDIndonesian