Apartemen Praia da Luz menjalani renovasi menyeluruh. Berlokasi di lantai teratas sebuah bangunan hunian di sepanjang Avenida Brasil, salah satu kawasan prestisius di Porto, Portugal, hunian berbentuk trapesium ini semula memiliki tata ruang yang terbagi menjadi sejumlah ruangan terpisah. Area-area bersama tersegregasi, sementara dapur ditempatkan di ruang sempit yang tidak terhubung dengan alur pergerakan di dalam hunian secara keseluruhan. Tata ruang tersebut juga tidak lagi sesuai dengan gaya hidup pemilik barunya.

Gagasan utama proyek ini adalah menciptakan keterbukaan dan keluwesan ruang. Area dalam hunian dirancang sebagai ruang terbuka yang berkesinambungan dan terhubung dengan balkon melalui pintu kaca, sehingga balkon memanjang tersebut menyatu dengan interior.
Penataan denah memaksimalkan geometri apartemen di lantai teratas ini sekaligus mempertimbangkan pergerakan matahari. Area privat ditempatkan di sisi timur bangunan untuk menangkap cahaya pagi yang lembut, sedangkan area bersama membentang di sisi barat dan terbuka sepenuhnya ke arah matahari terbenam.

Denah berbentuk trapesium membantu mengatur fungsi ruang secara intuitif. Dapur ditempatkan di bagian denah yang lebih sempit, sementara ruang keluarga dan ruang makan meluas ke bagian yang lebih lebar. Meskipun tergabung dalam satu komposisi ruang yang berkesinambungan, setiap area tetap memiliki karakter tersendiri dan tersusun sejajar dengan balkon memanjang. Dari area bersama, dapur dirancang agar lebih privat dan tersembunyi sehingga area memasak tidak terlihat secara langsung. Pendekatan ini menjaga area bersama tetap rapi, tanpa menghilangkan keterpaduan antarruang.


Area sirkulasi dan lorong masuk dibentuk oleh sebuah volume yang dilapisi panel kayu ek, sekaligus berfungsi sebagai ruang peralihan antara area penerima tamu dan area bersama. Elemen furnitur dan penyimpanan yang dibuat khusus menyamarkan pintu geser yang masuk ke dalam dinding serta ruang penyimpanan fungsional, sehingga tampilan ruang tetap bersih dan teratur. Di dalam volume pada area masuk ini, terdapat toilet tamu dengan dinding bertekstur hijau sage yang dipadukan dengan meja wastafel melayang dari marmer Calacatta Viola. Bagian luar meja wastafel tersebut menampilkan detail beralur yang dibuat dengan tangan.
Balok beton bertulang asli bangunan dibiarkan terekspos. Struktur ini menjadi elemen utama yang berpusat pada area makan, membingkai alur sirkulasi, secara halus membedakan zona-zona ruang keluarga, sekaligus menjadi acuan bagi perancangan pencahayaan teknis. Karakter arsitektur yang mentah ini menciptakan dialog visual dengan kehangatan elemen furnitur kayu yang dibuat khusus serta lantai kayu yang membentang di seluruh area bersama.



Untuk memenuhi keinginan pemilik agar kegiatan memasak menjadi pusat kehidupan di rumah, dapur terbuka dirancang sebagai elemen utama. Sebuah meja pulau dari marmer ditempatkan di tengah, dilengkapi kabinet khusus dari kayu ek putih yang menyamarkan peralatan dapur, area persiapan makanan, serta tempat khusus untuk menyeduh kopi yang dilengkapi pintu kabinet penyimpanan. Detail profil halus pada pintu kabinet menambahkan tekstur dan ritme pada permukaan kayu.


Di ruang makan, penggunaan material alami berlanjut melalui meja dengan alas beton yang dipadukan dengan kursi kayu beralas anyaman rotan. Area makan ini dirancang dengan suasana santai, nyaman digunakan untuk menjamu tamu saat makan malam maupun sebagai tempat bekerja dari jarak jauh. Sementara itu, ruang keluarga mengutamakan interaksi antarpenghuni dan pemandangan di sekitarnya. Pemilihan furnitur memadukan pelapis berwarna karamel pekat dengan sejumlah furnitur antik pilihan, menghadirkan kehangatan, kedalaman visual, dan karakter yang mengimbangi permukaan interior yang memantulkan cahaya. Sejumlah furnitur lain yang dirancang khusus turut melengkapi ruang sesuai dengan kebutuhan dan konsep yang diinginkan arsitek, termasuk meja samping sofa dan bangku di lorong masuk.


Peralihan menuju area privat memperlihatkan penataan ulang yang menghasilkan tiga kamar tidur dengan kamar mandi dalam, terdiri atas kamar tidur utama, kamar tidur tamu, dan ruang kerja di rumah yang dapat digunakan secara fleksibel. Karakter interiornya mencerminkan selera penghuni yang berasal dari Inggris, ditandai dengan penggunaan warna, tekstur, dan pola yang berani, cermat, serta berkelas.


Di kamar tidur utama, tempat tidur dilengkapi sandaran kepala bersayap yang dirancang secara khusus, meja nakas dari kayu ek Eropa yang dibuat sesuai kebutuhan, serta lemari pakaian dengan pintu berlapis kain. Kamar mandi dalam berpusat pada penggunaan marmer Calacatta Viola, yang diaplikasikan pada meja wastafel ganda rancangan khusus, pelapis dinding area pancuran, serta bukaan arsitektural berbentuk lengkung. Keseluruhan elemen tersebut diperhalus dengan perlengkapan berwarna kuningan hangat dan pencahayaan tidak langsung.


Kamar tidur tamu menerapkan estetika berkelas yang serupa. Tempat tidurnya dilengkapi sandaran kepala berlapis kain berwarna putih gading yang dibuat khusus, dengan siluet melengkung lembut dan detail jahitan merah yang halus. Sebuah bangku dengan bentuk skulptural ditempatkan di samping tempat tidur, berpadu dengan meja nakas dari kayu ek putih dan lemari pakaian tanam.
See more images in the gallery below
Project Name: Praia da Luz Apartment
Location: Porto, Portugal
Completion Year: 2025
Architecture: Studio WER
Lead Architects: Marina Werfel, Bianca Bertolotti
General Contractor: Monde Arquitetura
Construction Supervision: RC Engenharia
Photography: Fran Parente
Communications / Text: Matheus Pereira Comunicação
