Qianhai Times Spring Culture and Art Center berdiri di jantung Greater Bay Area, mengemban misi ganda seni dan kehidupan. Dengan “Lingkaran Taman” sebagai benang merah naratif, desainnya bertujuan mengeksplorasi hubungan simbiosis antara manusia dan alam, serta antara arsitektur dan jiwa. “Lingkaran” melambangkan citra tanpa batas, sementara “taman” merepresentasikan ruang penuh inklusivitas. Integrasi kedua konsep ini membentuk kode spiritual dari ruang Chunquan.
Di sini, arsitektur bukan lagi struktur dingin dan kaku, melainkan aliran emosi dan siklus jiwa. Dipandu oleh filosofi ruang “integrasi, keteraturan, dan konektivitas”, desain memungkinkan alam dan seni, lanskap dan interior saling menembus. Akhirnya menjadikan setiap sudut sebagai titik awal untuk persepsi dan refleksi.

Konsep ruang Chunquan terinspirasi dari “pita Möbius” — simbol matematis yang mewakili “ketakhinggaan” pertama kali dikemukakan oleh matematikawan Inggris John Wallis. Ia melambangkan pertemuan yang mustahil dan siklus abadi, serta pertautan dan integrasi waktu dan ruang.
Terinspirasi dari konsep ini, desain mengalirkan esensi “pita Möbius” ke seluruh ruang, menjadikan arsitektur meluas dalam bentuk dan terangkat dalam imaji. Setiap lengkung, setiap cahaya, dan setiap jalur dalam ruang menjadi metafora dari “pendakian tanpa akhir dan siklus abadi”. Ini bukan hanya struktur visual, tetapi juga dimensi spiritual, selaras dengan filosofi merek Shenzhen Metro Properties: “Membangun Kota dengan Niat Awal, Terhubung pada Kehidupan yang Lebih Baik.”

Sebuah patung berbentuk telur berdiri tenang di lobi, seperti benih yang menyimpan energi tak terbatas. Cahaya dan bayangan yang jatuh dari langit-langit tampak seperti energi dari luar angkasa, melambangkan pemupukan kehidupan dan pencerahan dunia. Tempat ini bukan hanya titik awal seni, tetapi juga kebangkitan jiwa Chunquan.
Semakin masuk ke dalam ruang, cahaya dan bayangan mengalir di atas permukaan batu. Kehangatan jade hijau Afghan dan ketegasan marmer Versace Black asal Brasil menciptakan kontras sekaligus dialog. Jade yang jernih tanpa kotoran; batu yang kokoh dan abadi. Keduanya saling bersahut dengan indah, layaknya integrasi antara alam dan peradaban.

Di tepi kolam, jade blue diamond berkilauan seperti galaksi di bawah cahaya, memantulkan instalasi kristal yang menyerupai miniatur alam semesta. Saat berjalan di sini, rasanya seperti menyusuri hamparan bintang; hati ikut berayun bersama cahaya dan bayangan, melangkah ke dalam sebuah puisi sunyi.
Memasuki interior, bahasa ruang berubah menjadi lembut dan mengalir. Lengkungan tersebar seperti air, seolah menggambarkan detak alam. Lampu langit-langit melayang ringan seperti awan; baik material maupun bentuknya memancarkan aura kebebasan dan spiritualitas.

Di bawah kubah tanah padat, cahaya menjadi lembut namun terkendali. Kubah melambangkan keluhuran jiwa, sedangkan jade “percikan api” di bawah kaki melambangkan harapan dan kesinambungan. Pada momen ini, ruang mencapai transcendensi, bukan hanya wadah fisik, tetapi resonansi spiritual.
Di ruang “Interstellar Cruise”, garis-garis di langit-langit menyerupai orbit delapan planet. Garis mengalir dan cahaya melingkar, seolah waktu diregangkan. Di sini, kecil dan besarnya manusia di hadapan alam semesta saling berkelindan.
Meja maket berfungsi sebagai simbol Bumi, mengingatkan bahwa makrokosmos dan mikrokosmos, alam semesta dan dunia fana, sebenarnya berada dalam satu siklus yang sama.

Ruang negosiasi mengambil konsep “ruang depan kapal induk”, melambangkan kepemimpinan dan eksplorasi. Bentuk sofa terinspirasi dari dialog antara ombak laut dan tebing, memadukan kelembutan dan kekokohan. Karpet, langit-langit, dan lampu berpadu, menciptakan gelombang visual.
Furnitur yang dipilih termasuk karya dari brand desainer Italia dan Amerika, menggunakan garis lembut dan tekstur halus untuk menghadirkan pengalaman yang memadukan keanggunan dan kehangatan. Desain di sini tidak menonjolkan keterampilan, tetapi mengekspresikan kemewahan yang terkendali, membawa ruang kembali pada ketenangan batin.

Saat cahaya meredup, suasana ruang menjadi semakin lembut. Kabut menyelimuti, lumut tumbuh, dan layar-layar muncul samar, seperti hutan pegunungan di tengah kota. Sang desainer menggunakan alam sebagai kuas dan waktu sebagai tinta, memungkinkan ruang memperpanjang tekstur kehidupan dalam setiap helaan napas.
Sebuah kurva keemasan membentang di lantai, menghubungkan ruang-ruang bertema berbeda. Layaknya jalur kereta bawah tanah kota, ia melintasi setiap “stasiun spiritual”. Pergantian solar terms—“Awal Musim Semi”, “Air Hujan”, “Ekuinoks Musim Semi”, “Kebangkitan Serangga”, “Hujan Biji-bijian”, dan “Cerah Suci”—diberi bahasa arsitektur dalam ruang, membentuk perpaduan antara filosofi Timur dan desain modern.

Ruang eksekutif menggunakan marmer Versace Black dan Beige Gold untuk menciptakan suasana malam yang penuh fantasi. Kursi “Crab Chair” dan sofa, dengan garis-garis elegan dan sikap yang tenang, memantulkan nuansa ritual halus dalam interaksi sosial berbasis lingkaran.
Bar anggur merah dan cerutu menampilkan keanggunan melalui keteraturan ekstrem, sementara jade hijau lembut melanjutkan “nafas alam”. Cahaya setenang tenunan kain, sementara ruang menghembuskan keagungan dalam keheningan.
Ruang teh meneruskan tema lumut dan alam, meminjam pemandangan dan menciptakan kontras yang bertahap. Di sini, menyesap secangkir teh ringan dan mendengarkan musik kuno, hati beresonansi dengan alam. Seperti kata orang dahulu: “Seseorang dapat menikmati kenyamanan hutan gunung tanpa meninggalkan kota, dan merasakan kebahagiaan mata air meski berada di tengah hiruk-pikuk.”

Qianhai Times Spring Culture and Art Center adalah sebuah puisi yang menjadikan ruang sebagai rimanya. Dengan “Lingkaran Taman” sebagai bentuk dan “pita Möbius” sebagai jiwa, tempat ini menenun arsitektur, alam, dan kemanusiaan menjadi satu gambar utuh.
See more images in the gallery below
Project Name: Qianhai Times Spring Culture and Art Center
Location: Qianhai Era, Nanshan District, Shenzhen City, Guangdong Province,
Design Company: METROPOLITAN DESIGN;YANG & ASSOCIATES GROUP
Chief Designer: Yang Bangsheng & Liu Yan
Assistant Designer: Li Dai & Integrated Real Estate Design Department
Area: 5000 m²
Completion date: May 20, 2023
Main materials: Stone, texture paint, metal, wood veneer
Client Name: Shenzhen Metro Group Co., Ltd.
Photographer: Zhu Jianli
