Refuge in the Woods: Hunian Retret di Tengah Hutan yang Dibentuk oleh Cahaya dan Alam

Refuge in the Woods, proyek desain interior terbaru karya Susanna Cots di Empordà, merupakan sebuah hunian kecil yang tersembunyi dengan tenang di antara pepohonan. Dirancang untuk pasangan asal Skandinavia, rumah ini dibentuk oleh dua elemen utama: cahaya alami dan hutan yang mengelilinginya. Ketimbang bersaing dengan lingkungan alaminya, interior rumah menciptakan sebuah kerangka tenang yang memungkinkan lanskap tetap menjadi elemen utama.

Refuge in the Woods adalah hunian peristirahatan kontemporer di tengah hutan Empordà, Spanyol, yang menjadikan cahaya alami dan alam sebagai dasar desain interiornya.

Proyek ini mengeksplorasi pendekatan desain interior kontemporer yang sederhana dan terukur, di mana arsitektur, furnitur, material, dan cahaya bekerja bersama untuk menciptakan rumah yang tenang sekaligus memiliki keterhubungan kuat dengan alam. Setiap keputusan merespons karakter tapak, menjadikan hutan bukan sekadar latar belakang, melainkan bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Ketika Hutan Menentukan Ritme Rumah

Titik awal proyek ini sangat sederhana: hutan harus selalu menjadi protagonis. Desainer memperlakukan lanskap bukan sebagai sesuatu yang hanya dinikmati dari dalam rumah, Susanna Cots merancang interior untuk membangun hubungan visual yang berkelanjutan dengan pepohonan, perubahan cahaya, dan atmosfer alam di luar.

Dirancang oleh Susanna Cots, interior rumah ini mengedepankan kesederhanaan, sehingga hutan di sekitarnya menjadi fokus visual utama.

Ruang-ruang di dalam rumah dirancang hampir seperti bingkai arsitektur, dengan jendela dan bukaan yang ditempatkan secara cermat untuk menangkap fragmen lanskap di sekitarnya. Setiap pandangan menjadi sebuah komposisi yang hidup dan terus berubah akibat pergerakan matahari, pergantian musim, serta hujan yang jatuh di antara dedaunan.

Greenhouse menciptakan transisi yang menyatu antara ruang dalam dan luar, sekaligus membawa cahaya alami lebih jauh ke dalam rumah.

Pendekatan ini memberikan dinamika yang tenang pada hunian. Interior sengaja dibuat sederhana agar lanskap dapat menghadirkan variasi, warna, dan pergerakan. Sepanjang hari, cahaya alami bergeser di atas berbagai permukaan, sementara hutan di luar berubah mengikuti cuaca dan waktu. Hasilnya adalah interior yang terasa terhubung dengan lingkungan tanpa bergantung pada dekorasi yang berlebihan.

Rumah Kaca di Antara Ruang Dalam dan Luar

Jendela yang ditempatkan secara cermat membingkai pemandangan hutan, menghubungkan interior dengan alam dan perubahan musim.

Salah satu elemen paling khas dari Refuge in the Woods adalah rumah kaca atau greenhouse, yang berfungsi sebagai penghubung arsitektural dan spasial antara interior dan eksterior. Terintegrasi secara hati-hati dengan lanskap di sekitarnya, rumah kaca ini hampir melebur dengan pepohonan, menciptakan ruang terlindung yang memungkinkan hubungan dengan alam berlangsung sepanjang tahun.

Palet warna putih dan nuansa batu yang lembut memaksimalkan cahaya alami, menciptakan interior yang terang, tenang, dan nyaman.
Refuge in the Woods menerapkan desain biofilik melalui cahaya alami, bingkai pemandangan, dan hubungan yang berkelanjutan dengan hutan.

Lebih dari sekadar elemen fungsional, greenhouse menjadi ruang transisi antara interior rumah dan hutan. Kehadirannya memperluas pengalaman ruang ke area luar sekaligus memungkinkan cahaya alami masuk lebih jauh ke dalam hunian.

Warna-warna lembut dan material alami membentuk interior minimalis yang memungkinkan kehijauan hutan tampil menonjol.

Greenhouse juga membantu mengaburkan batas konvensional antara ruang dalam dan ruang luar. Karakternya yang transparan menciptakan transisi yang bertahap, bukan pemisahan yang tegas, sehingga vegetasi di sekitarnya terasa seperti bagian dari pengalaman interior rumah.

Di sekelilingnya, dua area luar memperluas program domestik, yaitu ruang makan luar dan ruang duduk luar. Kedua ruang ini memungkinkan berbagai aktivitas sehari-hari berlangsung di luar dinding rumah, sekaligus memperkuat gagasan bahwa hutan itu sendiri merupakan ruang utama hunian.

Furnitur dan elemen dapur yang dirancang khusus menyatu dengan arsitektur, memadukan fungsionalitas dan kesederhanaan yang elegan.

Cahaya Alami sebagai Titik Awal

Bagi pasangan asal Skandinavia yang memiliki rumah ini, cahaya alami menjadi kebutuhan utama. Prioritas tersebut kemudian menjadi bagian fundamental dari strategi desain interior.
Palet warna dibuat secara sengaja netral, memadukan warna putih dan rona batu yang lembut untuk menciptakan atmosfer yang terang dan lapang. Ketimbang menghadirkan warna kuat atau kontras dekoratif, interior dirancang untuk memantulkan dan menyebarkan cahaya alami ke seluruh ruangan.

Furnitur pilihan dari Flexform, Ethnicraft, Carl Hansen, dan sejumlah merek lainnya melengkapi estetika rumah yang bersahaja.

Palet yang tenang tersebut juga memiliki tujuan lain: memberikan kesempatan bagi lanskap untuk menjadi pusat perhatian. Di balik permukaan yang terang dan material alami, warna hijau hutan tampil semakin kuat dan ekspresif.

Cahaya alami, detail kustom, dan pemandangan yang dibingkai secara cermat mendefinisikan kemewahan yang bersahaja pada hunian kontemporer di tengah hutan ini.

Hubungan antara interior yang netral dan kekayaan visual lanskap ini menciptakan bentuk desain interior biofilik yang halus. Alam tidak dihadirkan melalui motif dekoratif, tetapi dialami secara langsung melalui pemandangan, cahaya alami, vegetasi, dan perubahan atmosfer lingkungan.

Furnitur yang Dirancang Secara Khusus

Rumah ini terdiri atas dua suite, satu ruang kerja, dapur dan ruang keluarga interior, ruang makan luar, ruang duduk luar, serta greenhouse. Setiap ruang dirancang secara cermat berdasarkan fungsi, orientasi, kondisi pencahayaan, dan hubungannya dengan lanskap.

Hunian yang menyatu dengan hutan.

Dapur dan furnitur dirancang secara khusus oleh Susanna Cots, sehingga setiap elemen dapat merespons secara tepat dimensi dan kebutuhan rumah. Ketimbang memenuhi ruangan dengan furnitur standar, desain ini menerapkan pendekatan yang lebih terintegrasi, di mana furnitur menjadi bagian dari arsitektur.

Setiap elemen ditempatkan berdasarkan ruang yang ditempatinya, cahaya yang diterimanya, serta cara penggunaannya. Perhatian terhadap detail ini menciptakan interior yang terasa koheren dan alami, sekaligus mempertahankan tingkat kenyamanan dan fungsionalitas yang tinggi.

Rampung pada 2026, Refuge in the Woods karya Susanna Cots memadukan desain interior kontemporer, material alami, dan pengalaman tinggal di tengah hutan.

Pemilihan material dan furnitur semakin memperkuat karakter hunian yang sederhana dan tenang. Produk dari Flexform, Ethnicraft, Carl Hansen, Patricia Urquiola for B&B, Gervasoni, The Eleven House, Quick-Step, Kettal, and Tribù melengkapi elemen-elemen yang dirancang khusus tanpa mengalahkan karakter arsitektur maupun lanskap.

Kekuatan Tenang dari Elemen-Elemen Tak Terlihat

Di balik Refuge in the Woods terdapat filosofi Susanna Cots yang bekerja melalui apa yang ia sebut sebagai “invisible elements” atau elemen-elemen tak terlihat. Ketimbang mengandalkan tampilan visual yang berlebihan, proyek ini berfokus pada atmosfer, proporsi, cahaya, kenyamanan, serta hubungan halus antarruang.

Kolam renang yang tenang menyatu dengan lingkungan alami Refuge in the Woods.

Pendekatan ini menghasilkan interior yang tidak berusaha menarik perhatian secara berlebihan. Sebaliknya, desain menciptakan latar yang tenang, tempat penghuni, arsitektur, dan hutan di sekitarnya dapat hadir secara seimbang.

Hasil akhirnya adalah sebuah hunian kontemporer di tengah hutan yang ditandai oleh kesederhanaan dan keterhubungan dengan alam. Di Empordà, tempat lanskap menjadi bagian penting dari pengalaman hidup sehari-hari, Susanna Cots menciptakan rumah di mana cahaya masuk dengan lembut, furnitur merespons secara presisi terhadap lingkungan, dan setiap bukaan membingkai hutan yang terus berubah.

Hunian yang dirancang secara cermat untuk menyatu harmonis dengan lanskap hutan di sekitarnya.

Pada akhirnya, Refuge in the Woods menunjukkan bahwa kemewahan sebuah rumah tidak selalu membutuhkan sesuatu yang berlebihan. Di sini, kemewahan hadir melalui cahaya alami, pemandangan yang dirancang dengan cermat, detail yang dibuat khusus, keterbatasan material, serta kemampuan untuk menikmati alam dari hampir setiap ruang. Pendekatan desain interior ini menjadikan hutan bukan hanya sebagai pemandangan, tetapi juga sebagai bagian dari arsitektur—sebuah kehadiran yang terus berubah dan secara perlahan menentukan ritme kehidupan di dalam rumah.

See more images in the gallery below

 
 
 
 
 
 
 
 
 

Project Name: Refuge in the Woods
Interior Designer: Susanna Cots
Location: Empordà, Catalonia, Spain
Year: 2026
Layout: 2 suites, 1 study, kitchen and interior living room, dining area and outdoor living room, greenhouse

Photographer: Mauricio Fuertes

READ MORE

error:
id_IDIndonesian