Lampu Meja ROH meraih pengakuan internasional atas reinterpretasi objek budaya yang terlupakan.
Merek desain asal Indonesia, Rêmên, meraih LIT Lighting Design Award 2025 dalam kategori Decorative Accent Lamp melalui karya ROH Table Lamp—sebuah lampu yang terinspirasi dari simbolisme budaya koin pemakaman Tiongkok kuno yang banyak ditemukan di Pulau Jawa.

Di tengah tren lampu aksen yang umumnya menonjolkan bentuk berani dan mencolok, ROH Table Lamp justru mengambil pendekatan yang lebih subtil. Daya tarik desainnya terletak pada pemilihan material dan kedalaman konsep, bukan pada bentuk yang berlebihan. Inti dari lampu ini adalah elemen kaca merah tiup tangan yang merepresentasikan ROH, atau “roh yang tak terlihat”, yang menjadi fokus visual sekaligus simbolis dari keseluruhan desain.
Lampu ini mereinterpretasi koin pemakaman Tiongkok—objek yang secara historis digunakan untuk menuntun jiwa menuju alam baka, namun kini lebih sering dipandang sebagai artefak arkeologis. Dengan mengintegrasikan koin-koin tersebut ke dalam objek pencahayaan kontemporer, Rêmên mengeksplorasi bagaimana desain dapat menghidupkan kembali objek budaya yang terlupakan, sembari tetap menjaga narasi dan makna yang melekat di dalamnya.

Dinamai dari kata ROH yang berarti “jiwa yang tak kasatmata”, lampu ini mengadopsi bentuk menyerupai lentera, terinspirasi dari kepercayaan bahwa lentera berfungsi sebagai penuntun roh menuju alam selanjutnya. Koin pemakaman ditempatkan sebagai elemen desain utama, mencerminkan simbolisme ganda yang dikandungnya: keberuntungan di alam baka dan kemalangan di dunia orang hidup. Kontras makna ini mengajak audiens untuk merefleksikan bagaimana arti sebuah objek dapat berubah tergantung pada konteks budaya dan sudut pandang.

ROH Table Lamp juga mengusung prinsip keberlanjutan budaya melalui praktik upcycling koin pemakaman Tiongkok yang dipertahankan dalam kondisi aslinya, termasuk patina hijau khas yang terbentuk secara alami. Perlakuan material dilakukan secara minimal untuk menjaga keaslian dan integritas visualnya.
“Lampu ini diproduksi melalui kerja logam lokal dan kaca tiup tangan, dengan sebagian besar komponen dibuat oleh para perajin, bukan produksi massal. Hal ini mendukung keberlangsungan keahlian lokal serta proses produksi yang lebih berkelanjutan,” ujar Sylviana Putri, pendiri Rêmên.

Ke depan, Rêmên berencana memperluas koleksinya dengan mengeksplorasi berbagai aspek warisan budaya lainnya melalui pendekatan desain kontemporer. Saat ini, Rêmên tengah mengembangkan koleksi baru yang menggabungkan karakteristik manusia dengan seni ukir kayu lokal Indonesia, sambil terus menempatkan storytelling dan kesinambungan budaya sebagai inti dari praktik desainnya.

LIT Lighting Design Award merupakan program internasional yang diselenggarakan oleh 3C Awards di Swiss, yang memberikan apresiasi terhadap keunggulan desain pencahayaan di tingkat global. Edisi tahun 2025 diikuti oleh lebih dari 1.000 karya dari 62 negara. ROH Table Lamp terpilih dalam kategori Decorative Accent Lamp, yang menyoroti karya pencahayaan dengan kekuatan visual dan kejelasan konsep.
Bagi Rêmên, penghargaan ini menjadi tonggak penting bagi merek yang baru diluncurkan pada Februari 2025 dan kini mulai mendapatkan pengakuan internasional berkat pendekatan desainnya.

“Pengakuan ini menegaskan idealisme, keaslian, dan arah kreatif kami di panggung global, sekaligus menjadi dorongan bagi kami untuk terus melangkah maju,” tambah Sylviana Putri.
Product name: Roh Table Lamp
Collection name: Roh
Materials: Stainless steel, Chinese burial coins, and Red hand-blown glass
Treatments: Dark Charcoal Powder coating on stainless steel, and Water repellent coating on Chinese burial coins
Color: Black, Red, and Natural Green Patina
Dimensions: Diameter 22 cm, Height 30 cm
Photographer: Rafi Ramadani, Andre Christian, Untold Studio, Adaptasi
Uses: Decorative Accent Lamp
Designer: Sylviana Putri Sunario Soegondo
Product launch date: 22 February 2025
Suggested price: USD 3,012.89
