Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan fasilitas pelayanan kesehatan jantung di Indonesia. Upaya itu dibuktikan dengan membangun gedung baru Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta.
Gedung baru ini diberi nama Harapan Kita-Tokushukai Building. Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama dengan Tokushukai Medical Group, korporasi kesehatan terbesar dari Jepang. Seperti diketahui bahwa kerjasama RSJPDHK dan Tokushukai Medical Group sudah berlangsung lebih dari dua dekade.
Groundbreaking Harapan Kita-Tokushukai Building dimulai 8 Oktober 2024 ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. Kemenkes menargetkan RSJPDHK dapat menjadi salah satu pusat layanan kesehatan jantung terkemuka di Asia. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dalam negeri sekaligus menekan angka pasien yang mencari pengobatan ke luar negeri.

Hal senanda juga diugkapkan Dr. Higashiue Shinichi, Chairman Tokushukai Medical Corporation, pembangunan Harapan Kita-Tokushukai Building akan sangat membantu dalam meningkatkan penanganan penyakit jantung termasuk penderita yang mencari pengobatan ke luar negeri. “Kehadiran fasilitas baru ini akan meningkatkan ekspektasi penyembuhan penanganan penyakit jantung di Indonesia menjadi lebih besar sekaligus menjadikan RSJPDHK leading di Asia,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada groundbreaking.
Topping off
Topping off ceremony pembangunannya dilaksanakan pada 15 April 2026. Pencapaian ini menandai penyelesaian struktur utama gedung. Proyek ini merupakan pengembangan fasilitas layanan kesehatan jantung bertaraf internasional di kawasan Asia.
Topping off ceremony turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Chairman Tokushukai Medical Corporation, Dr. Higashiue Shinichi, Direktur Utama RSJPDHK, Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP (K), MARS., Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad, dan Jajaran Direksi.

Corporate Secretary PT PP Joko Raharjo menyampaikan pencapaian topping off ini menjadi bukti komitmen PT PP dalam menghadirkan proyek berkualitas tinggi yang mengedepankan keselamatan, mutu, dan ketepatan waktu pembangunan.
"PT PP berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur kesehatan berstandar internasional dengan penerapan teknologi konstruksi modern serta pengendalian proyek yang ketat. Pencapaian topping off ini menjadi bukti nyata kerja keras seluruh tim dalam menjaga kualitas dan waktu pelaksanaan," jelas Joko dalam keterangan tertulis, 17 April 2026.
Project Director Tokushukai Medical Corporation, dr. Takeki Ohashi, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan proyek Harapan Kita-Tokushukai Building dengan menyatakan, "Thank you for your excellent job!" Topping off ini menjadi simbol dicapainya penyelesaian struktur bangunan, dan menjadi babak baru bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan jantung nasional.
Smart Hospital
RSJPD Harapan Kita - Tokushukai Building dirancang sebagai smart hospital. Bangunannya didukung dengan berbagai keunggulan, antara lain sistem kontrol dan monitoring terintegrasi dalam satu dashboard, terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), pemantauan pasien secara real-time berbasis Internet of Things (IoT), dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem keamanan. Selain itu, proyek ini juga mengimplementasikan otomatisasi pada proses non-medis hingga ruang operasi untuk memastikan efisiensi dan standar sterilisasi yang optimal.
Menurut Direktur Utama RSJPDHK, Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP (K), MARS., selain melipatgandakan kapasitas, gedung baru ini dilengkapi dengan teknologi tertinggi, seperti ruang operasi hibrida, lab kateterisasi, hingga bedah robotik. Pencapaian ini merupakan kemajuan tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Desain Harapan Kita-Tokushukai Building bergaya arsitektur futuristik. Bangunannya tampil estetis dan memiliki ketahanan yang tinggi. Desain interiornya mengusung konsep high-tech dan mewah, sehingga menciptakan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung. Konsep lansekap menggunakan fungsi sebagai penerima, sirkulasi, orientasi dan pengaman atau ruang antara.
Selain bangunan yang megah dan menjulang tinggi, Harapan Kita-Tokushukai Building juga akan dilengkapi ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Ruang publik tersebut akan dilengkapi dengan taman dan tempat makan.
Melalui kolaborasi strategis antara berbagai pihak, proyek ini diharapkan dapat menjadi simbol sinergi dan komitmen bersama dalam menghadirkan fasilitas kesehatan modern, unggul, dengan pelayanan jantung berstandar internasional.

PROUD BE PART OF
RSJPD HARAPAN KITA – TOKUSHUKAI BUILDING
Demand yang Tinggi dan Biaya yang Besar
Direktur Utama RSJPDHK, Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP (K), MARS., memaparkan alasannya membangun dan mengembangkan RSJPDHK. Pertama, demand yang tinggi karena penyakit jantung mortalitasnya tinggi. Kedua membutuhkan biaya yang besar berdasarkan data dari PBJS. Waktu tunggu untuk operasi juga cukup tinggi yakni 3 sampai 6 bulan bahkan untuk penyakit jantung anak sampai 2 tahun. Hal ini juga tak terlepas dari arahan Menkes untuk memberikan pelayanan yang terbaik karena RSJPDHK sebagai rujukan tertinggi pusat jantung nasional.
Lanjut Iwan Dakota, “Ada dua upaya yang kita kembangkan, pertama mengembangkan dan menambah kapasitas pusat rujukan nasional, yang kedua mengembangan rumah sakit-rumah sakit umum di daerah sebagai bagian dari program pengampuan jejaring kadiovaskular nasional. Dengan dua upaya itu diharapkan pelayanan penyakit jantung dapat mencapai target dan semakin meningkatkan aksesibilitas,” paparnya.

RSJPDHK Pusat Rujukan Nasional Penyakit Jantung
Menkes Budi mengungkapkan, pembangunan gedung baru ini akan meningkatkan kapasitas operasi dari 4.000 menjadi 7.000 per tahun, menjadikan RSJPDHK terbesar di ASEAN dan ketiga di Asia setelah China dan India. Selain itu, gedung baru ini akan meningkatkan kualitas RSJPDHK sebagai pusat rujukan nasional untuk penyakit jantung.
“Ini akan menjadi sentra seluruh rumah sakit, dimana kasus jantung yang susah-susah nanti dibawa ke sini,” kata Menkes Budi ketika pada sambutan groundbreaking.
Proyek pembangunan Harapan Kita-Tokushukai Building dirancang setinggi 20 lantai dan 3 basement. Bangunan ini berdiri di atas lahan Gedung Perawatan Satu yang kemudian dibongkar dengan luas lahan 8.653,7 m². Luas bangunan utama 61.853 m² dan luas lantai dasar 4.095 m². Tempat tidurnya memiliki kapasitas 462. Dilengkapi helipad untuk memfasilitasi pasien yang menggunakan ambulans udara dengan kapasitas 5,6 ton. Total biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp1 triliun, yang merupakan dana hibah dari Tokushukai Medical Group.

RSJPDHK merupakan rumah sakit khusus yang menjadi pusat rujukan nasional untuk penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
Sebagai Pusat Jantung Nasional (National Cardiovascular Centre), selain menyediakan pelayanan kesehatan jantung, RSJPDHK juga dikembangkan sebagai wahana pendidikan serta pelatihan, dan penelitian dalam bidang kesehatan kardiovaskular.
Integrasi Kawasan "Tiga Berlian"
RSJPDHK berlokasi di Jalan S Parman Kavling 87, Slipi, Jakarta Barat. Gedung baru ini diapit RS Anak Bunda Harapan Kita yang berlokasi di halaman yang sama dengan RSJPDHK, dan RS Kanker Dharmais di sebelahnya. Kawasan ini dikenal sebagai kawasan “tiga berlian” yaitu kawasan terpadu tiga rumah sakit terbesar di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Terdapat beberapa alternatif aksesibilitas ke gedung utama Harapan Kita-Tokushukai Building. Pedestrian dan pengguna kendaraan umum dapat melalui jalur pedestrian di sepanjang Jalan S Parman. Akses ambulans menuju UGD gedung utama dapat langsung menggunakan entrance khusus ambulans dari Jalan S Parman.
Sedangkan untuk memfasilitasi akses khusus ambulans yang keluar dari pintu tol RS Dharmais direncanakan akan dibangun jalur flyover sehingga kawasan tiga berlian ini menjadi satu kawasan yang terintegrasi secara penuh.
Pembangunan Harapan Kita-Tokushukai Building menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas kesehatan modern dengan pelayanan jantung berstandar internasional.
Project Information
Project Name: Harapan Kita–Tokushukai Building
Owner: Ministry of Health of the Republic of Indonesia
Location: Jalan S. Parman Kavling 87, Slipi, West Jakarta, Indonesia
Site Area: 8,653.7 m²
Main Building Area: 61,853 m²
Ground Floor Area: 4,095 m²
Building Height: 20 floors
Basement: 3 levels
Facility: Helipad
Bed Capacity: 462 beds
Design Consultant: PT Penta Rekayasa
Main Contractor: Joint Operation (JO) of PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk and PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung)
Construction Management Consultant: Joint Operation (JO) of PT Ciriajasa Cipta Mandiri and PT Arkonin EMP
Generator Set: PT Berkat Manunggal Energi (BME)
Fire Alarm Systems and Loudspeaker Device: PT Galva Technologies Tbk






