
What was the inspiration behind the design concept for Farmácia São João?
Konsep ini tidak dimulai dari sebuah gambar atau referensi formal, melainkan dari sebuah permasalahan. Tapak berada di sudut antara dua jalan dengan karakter urban yang berlawanan: satu merupakan jalan utama pengembangan kawasan yang dipenuhi bangunan multifungsi dan aktivitas komersial, sementara yang lainnya merupakan jalan hunian dengan skala yang lebih tenang dan domestik.

Respons kami adalah menciptakan sebuah volume putih monolitik yang seolah-olah digali dari bagian dalam. Dari luar, bangunan terbaca sebagai satu massa yang menerus, diperkuat oleh stereotomy panel-panel fasad yang mengikuti lengkungan tanpa terputus serta menghilangkan kesan adanya sambungan atau lapisan.
Fasad melengkung menjadi salah satu karakter khas Farmácia São João. Dapatkah Anda menjelaskan alasan di balik keputusan menggunakan bentuk lengkung?
Bentuk tersebut tidak dipilih semata-mata karena tampilannya, tetapi lahir dari kondisi tapak. Bangunan harus mempertahankan garis ketinggian yang selaras dengan konteks di sekitarnya. Dalam batasan tersebut, volume melengkung berfungsi sebagai sebuah poros—sebuah elemen engsel yang mengartikulasikan berbagai ruang dan jalan di sekitarnya, seperti rótula yang menghubungkan dua persendian.
Bangunan berbentuk geometris lurus akan terpaksa memilih salah satu jalan sebagai sisi depannya. Sebaliknya, lengkungan yang menerus dapat merespons kedua jalan tersebut secara bersamaan, dengan skala dan kehadiran arsitektural yang sama.

Terdapat pula alasan yang berkaitan dengan program ruang. Brief proyek mencakup Farmadrive, yaitu layanan pengambilan obat melalui sistem drive-through. Perimeter yang melengkung memungkinkan kendaraan bergerak mengitari bangunan tanpa hambatan maupun belokan yang terlalu sempit.
Dengan demikian, bentuk tersebut menyelesaikan tiga persoalan sekaligus: kondisi sudut tapak, sirkulasi drive-through, serta transisi antara dua skala lingkungan hunian yang berbeda.
Dapatkah Anda menjelaskan latar belakang konsep penataan ruangnya?
Program ruang dibagi menjadi tiga lantai: lantai dasar yang berorientasi pada publik, lantai pertama yang diperuntukkan bagi fungsi teknis dan administratif, serta basement sebagai area penyimpanan. Prioritas utama adalah menjaga lantai dasar sepenuhnya terbuka untuk pelayanan—tanpa fungsi back-of-house dan tanpa hambatan visual antara pintu masuk dan meja pelayanan.

Meja pelayanan mengikuti lengkungan perimeter bangunan, sehingga geometri interior konsisten dengan bentuk eksterior. Bentuk oval bukanlah sebuah selubung yang ditempelkan pada interior berbentuk persegi panjang; sebaliknya, bentuk tersebut mengorganisasi keseluruhan bangunan: denah setiap lantai, posisi meja pelayanan, sirkulasi, hingga penempatan skylight.
READ ALSO: Farmácia São João: Volume Putih Skulptural yang Mendefinisikan Sudut Jalan di Braga
Skylight berbentuk oval menembus bidang plafon dan menciptakan hubungan vertikal antara kedua lantai. Apa saja pertimbangan di balik keputusan ini?
Bangunan dengan eksterior melengkung secara menerus dan tanpa sudut memiliki risiko menjadi terlalu introvert, seolah-olah membelakangi kota untuk melindungi dirinya sendiri. Skylight menjadi cara untuk membuka bangunan secara vertikal, bukan secara horizontal.

Bukaan berbentuk oval tersebut menembus pelat lantai pertama dan membawa cahaya alami secara langsung ke jantung area pelayanan di lantai dasar. Pada saat yang sama, bukaan ini menciptakan hubungan visual antara kedua lantai. Seseorang yang bekerja di lantai atas dapat melihat ke bawah menuju area pelayanan, sementara seseorang yang sedang menunggu di meja pelayanan dapat melihat ke atas melalui bukaan tersebut menuju langit. Elemen ini memberikan kedalaman pada bangunan tanpa mengganggu kesan kompak dari eksteriornya.
Saat senja tiba, signage hijau yang menyala mengubah bangunan menjadi sebuah landmark yang khas. Apa pertimbangan di balik pemilihan signage berwarna hijau?
Hijau merupakan bahasa universal untuk apotek di Portugal dan di sebagian besar wilayah Eropa. Peran kami bukan untuk menciptakan kembali konvensi tersebut, melainkan mengintegrasikannya dengan arsitektur.
Desain grafis signage dikembangkan secara erat dan selaras dengan bangunan itu sendiri. Kedua elemen tersebut menggunakan bahasa visual yang sama, dengan signage yang ditempatkan secara halus seolah melayang di atas fasad.
Pada malam hari, pencahayaan dari dalam bangunan mengaktifkan keduanya, sehingga karakter bangunan pun berubah: dari volume putih yang tenang menjadi sebuah landmark yang mudah dikenali.
Project name: Farmácia São João
Client / Developer: Moura e Taveira, Lda.
Architecture Office: Tsou Arquitectos
Main Architect: Tiago Tsou
Architectural Photographer: Ivo Tavares Studio
Location: Lote 24/25, gaveto da Av. Robert Smith com a Rua Simões de Almeida, Fraião, Braga, Portugal
Year of conclusion: 2026
Total area: 306 m² retail/services + 163 m² technical/storage basement
Builder: Vasco Fernandes – Construção e Engenharia
