George Sinas, Founder of Sinas Architects

Apa gagasan dan pertimbangan utama yang melatarbelakangi konsep desain Rhoēs House?

Rhoēs berawal dari sebuah pertanyaan yang berulang kali muncul dalam pekerjaan kami di Serifos: bagaimana sebuah rumah kontemporer dapat menjadi bagian yang selaras dari lanskap ini? Kepulauan Cyclades memiliki tradisi arsitektur yang luar biasa. Tidak ada yang kurang dari bahasa arsitektur tersebut; kejernihan dan kesederhanaannya memiliki nilai yang bertahan lama. Namun, kondisi tempat kita membangun saat ini telah berubah. Hunian masa kini dapat berukuran jauh lebih besar dibandingkan rumah tradisional di pulau ini, dengan kebutuhan ruang yang berbeda, tuntutan kenyamanan yang lebih tinggi, ruang-ruang luar yang lebih luas, serta kolam renang. Berbagai kebutuhan tersebut menghadirkan persoalan mengenai skala dan kehadiran bangunan yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengadopsi bentuk-bentuk arsitektur yang sudah dikenal.

Bagi saya, tantangannya adalah memahami apa yang sejak awal membuat arsitektur tradisional begitu sesuai dengan konteksnya. Hubungannya dengan iklim, penggunaan material secara praktis, perlindungan yang diberikan, serta efisiensi dalam penggunaan sumber daya merupakan titik awal yang relevan. Prinsip-prinsip tersebut dapat menjadi dasar bagi bangunan masa kini tanpa menentukan seperti apa bentuk bangunan tersebut seharusnya.

Dalam Rhoēs, angin menjadi salah satu pertimbangan utama. Pada tapak yang terbuka, pemandangan langsung menjadi daya tarik yang kuat, tetapi untuk dapat menikmatinya dibutuhkan tempat yang nyaman untuk berdiri, duduk, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, arsitektur berkembang melalui upaya menyeimbangkan keterbukaan dan perlindungan. Dinding-dinding memanjang dan berbelok, membentuk ruang sekaligus mengurangi paparan terhadap kondisi lingkungan, namun tetap mempertahankan hubungan dengan lanskap yang lebih luas.

Nama Rhoēs, yang berarti “mengalir” dalam bahasa Yunani, menggambarkan kesinambungan tersebut. Kami ingin rumah ini berkembang melalui rangkaian ruang yang saling terhubung, dengan pergerakan, batas ruang, dan pemandangan yang berkontribusi pada satu pengalaman arsitektur yang utuh. Bentuknya muncul dari upaya untuk menyelaraskan kehidupan masa kini dengan kondisi khas Serifos.

Bagaimana Rhoēs House membangun hubungan yang bermakna dan mendalam dengan lanskap di sekitarnya?

Hubungan yang bermakna dengan lanskap dimulai dengan memperhatikan lebih dari sekadar penampilannya. Laut dan cakrawala memang menjadi daya tarik yang kuat, tetapi pengalaman terhadap tempat ini juga mencakup kekuatan angin, intensitas cahaya matahari, kemiringan tanah, serta tekstur permukaannya yang kasar. Semua kondisi tersebut memengaruhi bagaimana seseorang dapat menghuni dan menikmati tapak.

Kami memandang lanskap sebagai sesuatu yang secara aktif membentuk arsitektur. Desain mempertimbangkan di mana keterbukaan diinginkan, di mana perlindungan diperlukan, dan bagaimana peralihan antara kedua kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari. Hal ini menghasilkan rangkaian ruang dengan tingkat keterbukaan dan perlindungan yang berbeda-beda, sehingga lanskap di sekitarnya dapat dirasakan baik dari posisi yang terbuka maupun terlindung.

Dinding memainkan peran penting dalam hubungan ini. Dinding tidak hanya membentuk rumah, tetapi juga membentuk ruang-ruang di sekitarnya. Perpanjangannya menciptakan batas, mengarahkan pergerakan, dan membingkai pemandangan, sehingga area luar memiliki karakter arsitekturalnya sendiri. Perlindungan menjadi salah satu cara untuk membuat lanskap dapat dihuni dan dinikmati.

READ ALSO: Rhoēs House: Rumah Cycladic Kontemporer yang Berakar pada Lanskap Serifos

Penggunaan material mendukung pendekatan ini. Batu alam menghubungkan proyek dengan tekstur dan karakter fisik pulau. Beton, kayu, dan kaca menghadirkan kualitas lain, menciptakan susunan material masa kini yang keberhasilannya bergantung pada bagaimana elemen-elemen tersebut bertemu dan bagaimana keseluruhannya dialami secara bersamaan.

Saya tidak berpikir bahwa menjadi bagian dari suatu tempat berarti sebuah bangunan harus menghilang. Arsitektur pada dasarnya akan selalu mengubah suatu tempat. Tanggung jawab kita adalah memastikan perubahan tersebut dilakukan dengan hati-hati, dengan kesadaran terhadap skala, kondisi tapak, dan pengalaman orang-orang yang akan tinggal di dalamnya. Dalam Rhoēs, kami mencari sebuah hubungan di mana rumah memiliki identitas yang kuat, sementara bentuknya tetap memiliki alasan yang jelas dalam konteks lanskap yang spesifik ini.

Bagaimana organisasi ruang Rhoēs House merespons kebutuhan dan pola kehidupan masa kini?

Kehidupan masa kini menuntut sebuah rumah untuk mengakomodasi berbagai ritme sekaligus. Ada momen untuk berkumpul dan momen untuk menyendiri, rutinitas sehari-hari dan kesempatan ketika tamu datang. Di sebuah pulau, terdapat pula keinginan yang kuat untuk menghabiskan waktu di luar ruangan, meskipun kondisi iklim tidak selalu membuat setiap ruang luar nyaman digunakan sepanjang hari.

Organisasi ruang Rhoēs merespons kebutuhan tersebut melalui kesinambungan dan variasi. Rumah ini dirancang sebagai rangkaian ruang yang saling terhubung, bukan sebagai satu massa bangunan yang besar. Pendekatan ini membantu mengembalikan kebutuhan ruang hunian yang cukup besar ke skala aktivitas sehari-hari dan pengalaman individual.

Hubungan antara ruang dalam dan ruang luar menjadi sangat penting. Area luar diperlakukan sebagai bagian dari kebutuhan ruang hunian, dengan tingkat kegunaannya bergantung pada perlindungan, naungan, serta keterhubungannya dengan ruang dalam. Teras dengan pemandangan spektakuler memiliki nilai yang terbatas jika angin membuatnya tidak nyaman digunakan. Karena itu, desain memberikan perhatian pada kondisi yang memungkinkan kehidupan di ruang luar berlangsung secara alami.

Pada saat yang sama, keterbukaan perlu berjalan berdampingan dengan privasi. Sebuah rumah harus memberikan kesempatan bagi penghuninya untuk berkumpul, sekaligus memungkinkan seseorang untuk menarik diri tanpa merasa terputus dari keseluruhan rumah. Tingkat keterbukaan dan perlindungan yang berbeda membantu mendukung pilihan-pilihan tersebut dan memberikan beragam pengalaman ruang dalam hunian.

Kami juga tertarik pada pergerakan di antara ruang-ruang. Peralihan dapat memberikan kenikmatan tersendiri dalam pengalaman menghuni rumah: sebuah pemandangan perlahan terbuka, dinding yang mengelilingi memberikan perlindungan, atau ruang dalam memanjang menuju ruang luar. Pengalaman-pengalaman tersebut memberikan keterpaduan pada keseluruhan susunan ruang.

Bagi kami, rumah yang lapang dan nyaman adalah rumah yang memberikan pilihan yang leluasa mengenai bagaimana seseorang ingin hidup, di mana ingin berkumpul, dan bagaimana ingin berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Bagaimana konsep desain Rhoēs House berkontribusi terhadap efisiensi energi dan pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam arsitektur hunian?

Pendekatan terhadap lingkungan dimulai dari keputusan-keputusan arsitektural itu sendiri. Di Serifos, hubungan antara sinar matahari, angin, naungan, dan perlindungan secara langsung memengaruhi kenyamanan. Mempertimbangkan faktor-faktor tersebut sejak awal memungkinkan bentuk dan susunan ruang rumah turut berkontribusi terhadap kinerja lingkungan bangunan.

Dalam Rhoēs, desain berupaya menyeimbangkan keinginan untuk terbuka dengan kebutuhan untuk mengendalikan paparan terhadap kondisi lingkungan. Hubungan antara ruang tertutup, area luar yang terlindung, dan bukaan dipertimbangkan sebagai bagian dari keseimbangan tersebut. Pencahayaan alami, peluang untuk penghawaan alami, serta perlindungan dari paparan sinar matahari yang berlebihan menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan proyek.

Angin menghadirkan tantangan tersendiri. Angin dapat mendukung penghawaan, tetapi kekuatannya juga dapat membuat ruang menjadi tidak nyaman. Merespons kondisi tersebut membutuhkan kehati-hatian: tujuannya adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan penghuni memperoleh manfaat dari iklim sekaligus mendapatkan perlindungan yang memadai ketika diperlukan.

Pemilihan material dan umur panjang bangunan juga menjadi bagian dari pembahasan ini. Kami memilih material yang kualitas fisiknya dapat tetap bernilai seiring waktu, serta memandang daya tahan dan perawatan sebagai bagian dari desain yang bertanggung jawab. Bangunan yang dapat menua dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk terus dirawat dan dipertahankan.

Rhoēs saat ini masih belum dibangun, sehingga hal-hal tersebut merupakan tujuan perancangan, bukan pernyataan mengenai kinerja bangunan yang telah terukur. Efektivitasnya akan bergantung pada perancangan terperinci, proses pembangunan, serta bagaimana rumah tersebut nantinya digunakan.

Secara lebih luas, saya percaya bahwa keberlanjutan seharusnya memengaruhi gagasan awal sebuah proyek. Pertanyaan mengenai skala, kenyamanan, paparan terhadap lingkungan, dan daya tahan perlu dipertimbangkan bersamaan dengan pertanyaan mengenai bentuk dan ruang sejak awal. Semua itu merupakan bagian dari apa yang membuat sebuah arsitektur sesuai dengan tempatnya.

READ MORE

error:
id_IDIndonesian