Hidden Spa – Water Hope: Bukit Pasir Pesisir yang Tandus Bertransformasi Menjadi Oase Wellness Tropis

Oase Tersembunyi yang Dibentuk oleh Air, Lanskap, dan Iklim
Di tengah hamparan bukit pasir pesisir Bãi Dài, Cam Ranh, Vietnam, berdiri Hidden Spa – Water Hope, sebuah kompleks spa dan pemandian lumpur yang menawarkan pengalaman berbeda. Dirancang oleh IDEE Architects, proyek ini tidak tampil sebagai bangunan yang mendominasi lanskap, melainkan hadir sebagai bagian dari alam itu sendiri. Arsitek memilih membiarkan bangunan menyatu dengan kontur bukit pasir sehingga seolah menghilang di balik bentang alam, menciptakan suasana tenang yang mendukung relaksasi, penyembuhan, dan kontemplasi.

Melalui kehadiran air, vegetasi, dan pengaturan iklim mikro, kawasan yang semula tandus perlahan diubah menjadi sebuah oase yang nyaman.

Lokasi proyek menghadirkan tantangan lingkungan yang tidak ringan. Angin pesisir bertiup kencang hampir sepanjang tahun, sinar matahari tropis terasa menyengat, sementara bukit-bukit pasir yang gersang nyaris tanpa vegetasi membuat kawasan ini minim keteduhan. Daripada melawan kondisi tersebut, IDEE Architects justru menjadikannya sebagai titik awal perancangan. Melalui kehadiran air, vegetasi, dan pengaturan iklim mikro, kawasan yang semula tandus perlahan diubah menjadi sebuah oase yang nyaman.

Arsitek memilih membiarkan bangunan menyatu dengan kontur bukit pasir sehingga seolah menghilang di balik bentang alam.

Jantung proyek ini adalah halaman air (water courtyard) yang menjadi pusat aktivitas sekaligus elemen utama pengendali lingkungan. Kolam-kolam refleksi, pulau-pulau hijau, dan jalur pedestrian yang teduh membentuk rangkaian ruang dengan perubahan suhu, kelembapan, dan pencahayaan yang berlangsung secara bertahap. Pengunjung tidak hanya berpindah dari satu ruang ke ruang lain, tetapi juga merasakan perubahan atmosfer yang dirancang untuk memberikan pengalaman relaksasi secara alami. Di Hidden Spa, air bukan sekadar elemen estetika. Kehadirannya menjadi bagian dari sistem lingkungan bangunan yang membantu menurunkan suhu di area sekitar sekaligus memperkuat pengalaman sensorik pengunjung. Percikan air, pantulan cahaya, serta kesejukan yang dihasilkan menjadi elemen penting dalam membangun suasana spa yang menenangkan.

Jantung proyek ini adalah halaman air (water courtyard) yang menjadi pusat aktivitas sekaligus elemen utama pengendali lingkungan.

Bangunan dirancang dalam bentuk lengkung yang mengelilingi halaman tengah. Atapnya mengikuti kontur alami bukit pasir sehingga pengunjung dapat berjalan di atas lanskap yang dipenuhi tanaman tanpa menyadari bahwa di bawahnya terdapat ruang-ruang spa. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi dampak visual bangunan terhadap lingkungan, tetapi juga meminimalkan pekerjaan galian sehingga karakter alami tapak tetap terjaga.

Kolam-kolam refleksi, pulau-pulau hijau, dan jalur pedestrian yang teduh membentuk rangkaian ruang dengan perubahan suhu, kelembapan, dan pencahayaan yang berlangsung secara bertahap.

Pemilihan material juga menjadi bagian penting dari strategi desain. Batu alam, kayu, dan bambu yang diperoleh dari sumber lokal dipilih karena mampu merespons iklim tropis secara alami sekaligus memberikan karakter yang hangat. Dinding batu berfungsi sebagai massa termal untuk menjaga kestabilan suhu ruang, sementara koridor terbuka dan plafon bambu memaksimalkan ventilasi alami. Atap hijau membantu mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam bangunan, sedangkan air hujan yang ditampung dari atap dimanfaatkan kembali untuk menyiram vegetasi di seluruh kawasan.

Pengunjung tidak hanya berpindah dari satu ruang ke ruang lain, tetapi juga merasakan perubahan atmosfer yang dirancang untuk memberikan pengalaman relaksasi secara alami.

Salah satu elemen yang paling menarik adalah keberadaan sebuah pohon dewasa yang telah tumbuh di atas bukit pasir jauh sebelum proyek dimulai. Pohon tersebut tidak ditebang, melainkan dipertahankan sebagai titik awal pengembangan desain. Seluruh komposisi bangunan kemudian disusun mengelilinginya, menjadikan pohon tersebut sebagai simbol hubungan harmonis antara arsitektur dan alam. Seiring waktu, kehadiran air, pepohonan, dan tanaman baru secara perlahan mengubah lanskap tandus menjadi sebuah oasis hijau yang terus berkembang.

Pemilihan material batu alam, kayu, dan bambu yang diperoleh dari sumber lokal dipilih karena mampu merespons iklim tropis secara alami sekaligus memberikan karakter yang hangat.

Melalui Hidden Spa – Water Hope, IDEE Architects kembali menegaskan filosofi desainnya bahwa arsitektur seharusnya tumbuh dari konteks tempatnya berada, bukan mendominasi lingkungan. Proyek ini tidak mengandalkan bentuk yang ikonik atau teknologi yang rumit, tetapi menghadirkan ruang yang dibangun melalui pemahaman terhadap iklim, lanskap, dan pengalaman manusia.

Dinding batu berfungsi sebagai massa termal untuk menjaga kestabilan suhu ruang, sementara koridor terbuka dan plafon bambu memaksimalkan ventilasi alami.

Pendekatan tersebut mendapat pengakuan internasional setelah Hidden Spa – Water Hope dinobatkan sebagai Jury Winner pada Architizer A+Awards 2026 untuk kategori Spa & Wellness. Penghargaan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu contoh arsitektur tropis kontemporer yang menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat diwujudkan melalui dialog yang peka antara alam, iklim, dan rancangan bangunan, bukan semata-mata melalui penerapan teknologi tinggi.

Proyek ini tidak mengandalkan bentuk yang ikonik atau teknologi yang rumit, tetapi menghadirkan ruang yang dibangun melalui pemahaman terhadap iklim, lanskap, dan pengalaman manusia.

Hidden Spa – Water Hope
Architecture Hidden Within Nature Instead of dominating the landscape, Hidden Spa – Water Hope is seamlessly embedded beneath Vietnam’s coastal sand dunes, allowing architecture and nature to coexist.
A Harsh Landscape Reimagined Strong coastal winds, intense tropical sunlight, and barren dunes were transformed into a lush wellness oasis through water, vegetation, and carefully designed microclimates.
Water as Environmental Infrastructure Reflecting pools and water courtyards do more than enhance aesthetics; they naturally cool surrounding spaces and create a calming sensory experience.
Roof That Becomes the Landscape The planted roof follows the natural contours of the sand dunes, minimizing excavation and reducing the building’s visual impact on the site.
Climate-Responsive Tropical Design Thick stone walls, open-air corridors, bamboo ceilings, and natural ventilation work together to improve thermal comfort while reducing energy demand.
Sustainable Material Strategy – Locally sourced stone, timber, and bamboo were selected for their durability, low environmental impact, and compatibility with the tropical climate.
Nature-Led Design Approach – A mature tree that stood on the site before construction became the project’s centerpiece, with the entire design evolving around its preservation.
Integrated Water Management – Rainwater collected from the sloping roof is reused to irrigate the landscape, supporting long-term environmental sustainability.
Architecture That Regenerates the Landscape – Rather than simply occupying the site, the project restores a fragile coastal ecosystem by introducing shade, water, and vegetation.
Designed for Wellness Through Atmosphere – Hidden Spa focuses on light, temperature, humidity, sound, and movement, creating a restorative environment that engages all the senses.
Contemporary Tropical Architecture – The project demonstrates that sustainable architecture can be achieved through passive design strategies and a deep understanding of climate, rather than relying on complex technologies.

See more images in the gallery below

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Project Name: Hidden Spa - Water Hope
Location: Bãi Dài, Cam Ranh, Khánh Hòa Province, Vietnam
Status: Completed
Completion Year: 2025
Gross Floor Area: 3,000 m²
Client: Amiana Cam Ranh

Design Team
Architect
: IDEE Architects
Principal Architects: Tran Ngoc Linh, Nguyen Huy Hai
Architecture Team: Tham Duc Hung, Nguyen Dac Nguyen, Vu Thi Thanh Tam
Structural Engineer: Nguyen Quy Nam
MEP Engineer: Nguyen Trong Hung
Landscape Design: IDEE Architects
Interior Design: IDEE Architects (nếu đúng)
Photography: ©IDEE Architects

READ MORE

error:
id_IDIndonesian