Jwalant Mahadevwala and Kanika Agarwal Founders of andblack design studio

Bisakah Anda menceritakan latar belakang dan inspirasi di balik konsep desain The Dip Pavilion?

The Dip Pavilion dirancang sebagai sebuah intervensi arsitektur skulptural di dalam lanskap hunian yang sudah ada. Mengambil inspirasi dari paviliun tradisional India, khususnya chhatri pada arsitektur Rajasthani dan Mughal, kami tertarik pada ide sebuah struktur yang merayakan arsitektur itu sendiri. Secara historis, paviliun-paviliun ini memiliki fungsi spesifik sekaligus membawa identitas arsitektur yang kuat. Niat kami adalah mengeksplorasi ide ini dalam konteks modern, di mana struktur yang relatif kecil dapat menjadi sebuah pengalaman arsitektural tersendiri.

Terlihat dari hunian utama, paviliun beserta kolam renang ini diproyeksikan sebagai tempat beristirahat yang fungsional sekaligus elemen skulptural di dalam taman. Hal ini mendorong kami untuk mengeksplorasi bagaimana sebuah ruang/massa yang sederhana dapat memperoleh identitas yang khas melalui bentuk, struktur, dan hubungannya dengan lanskap sekitar.

Atap skulpturalnya membentuk identitas arsitektur yang kuat untuk proyek ini. Bisakah Anda menceritakan lebih lanjut tentang ide dan pertimbangan di balik penggunaan bentuk atap yang khas ini?

Bentuk atap ini lahir dari keinginan kami untuk memberikan identitas pada paviliun di luar sekadar fungsi ruangnya. Kami ingin arsitekturnya dirasakan sebagai sebuah komposisi skulptural, dengan atap sebagai penegas utamanya. Bentuknya dirancang untuk menciptakan hubungan dengan berbagai elemen di seluruh paviliun, menjulur ke arah kolam renang dan melengkung turun menyentuh tanah di area pintu masuk.

READ ALSO: The Dip Pavilion: Paviliun Kaca Skulptural yang Menghubungkan Arsitektur, Air, dan Taman

Karena paviliun ini terlihat dari area-area utama rumah, atapnya menjadi penanda arsitektural yang mudah dikenali di dalam lanskap yang lebih luas.

Penggunaan kaca setinggi ruangan (full-height glazing) memungkinkan atap tetap menjadi ekspresi arsitektur yang dominan, sementara kolom-kolom struktur yang ramping ditempatkan di luar kaca untuk menjaga keterbukaan ruang. Penataan ini mempertahankan karakter esensial sebuah paviliun, di mana bangunan seolah menyatu dan lebur ke dalam lanskap. Atap memberikan identitas skulptural pada struktur, sementara kaca memungkinkan lanskap tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari arsitektur tersebut.

Bagaimana Anda menyelaraskan hubungan antara arsitektur, air, dan lanskap di The Dip Pavilion?

Kami mengolah hubungan antara arsitektur, air, dan lanskap melalui gagasan tumpang-tindih (overlap) dan kontinuitas. Atap menjulur di atas sebagian area air, menghadirkan hubungan fisik dan visual langsung antara paviliun dan kolam renang. Badan air juga meluas melampaui kolam renang untuk mengelilingi deck bersantai terbuka, sehingga pengalaman bersantai terasa sangat dekat dengan air.

Deck tersebut ditempatkan sejajar dengan permukaan air, menciptakan kesan seperti platform yang mengapung. Transisi antara deck, air, dan vegetasi di sekitarnya dibuat sangat halus, memungkinkan elemen-elemen ini menyatu secara visual. Melalui selubung kaca yang transparan, pemandangan taman tetap terlihat dari dalam interior, dengan area hijau yang membentang baik di belakang maupun di depan paviliun.

Lengkungan atap yang turun ke arah tanah semakin memperkuat hubungan ini dengan membawa bentuk arsitektural berkontak langsung dengan lanskap. Secara keseluruhan, elemen-elemen yang saling bertumpuk ini menciptakan pengalaman spasial yang berkesinambungan, di mana paviliun, kolam renang, dan taman dipersepsikan sebagai bagian-bagian yang saling terhubung dari satu kesatuan komposisi.

Proyek ini dirancang untuk memberi klien ruang khusus untuk beristirahat. Apa saja fitur atau elemen kunci yang membuat The Dip Pavilion menjadi tempat santai yang khas dan memikat?

Paviliun ini memuat ruang santai (lounge) dan area kebugaran (gym) dalam ruang megah setinggi 16 kaki (sekitar 4,8 meter). Ruang santai dirancang agar fleksibel untuk berbagai pola penggunaan, terasa hangat dan intim untuk kelompok kecil, namun tetap nyaman untuk acara kumpul-kumpul yang lebih besar.

Keterbukaannya menjadi kunci utama dari pengalaman ini. Kaca setinggi ruangan menghadirkan koneksi visual tanpa putus dengan taman, sementara area gym terbuka ke arah lanskap belakang untuk memberikan privasi dari rumah utama. Di luar, pengalaman bersantai meluas ke deck terapung yang terletak di samping air terjun tirai (curtain waterfall) dan dikelilingi oleh air. Ini menciptakan suasana tambahan untuk relaksasi yang terhubung erat dengan kolam renang dan pepohonan hijau.

Kombinasi antara ruang yang lapang, selubung transparan, atap skulptural, dan deck di tepi air inilah yang memberikan karakter khas pada paviliun ini.

Bagaimana Anda memilih dan mengaplikasikan material agar The Dip Pavilion menyatu secara harmonis dengan lanskap sekitarnya?

Pemilihan material didasari oleh keinginan untuk menjaga kontinuitas antara interior dan eksterior. Kami sengaja memilih palet material yang minimalis agar lanskap tetap terhubung secara visual dengan bagian dalam ruang dan memastikan material yang digunakan mendukung keseluruhan komposisi arsitektur.

Lantai batu membentang tanpa sekat dari dalam ke luar ruangan, menjaga keselarasan nada warna di kedua area tersebut. Bagian bawah atap beton dilapisi dengan kayu, memberikan sentuhan kehangatan di bawah bidang skulpturalnya. Baja tahan karat (stainless steel) standar eksterior digunakan untuk volume fasilitas utama dan unit bar, di mana permukaannya yang reflektif memantulkan pemandangan air dan tanaman di sekitarnya. Pantulan ini memungkinkan elemen bangunan berinteraksi secara visual dengan lingkungan sekitar.

Project Name: The Dip Pavilion
Location: Ahmedabad, India
Client: Sukoon and Shanna Shah
Architect: andblack design studio
Architect/designer: Jwalant Mahadevwala
Engineer: Shehzad Irani, Schafbock design+workshop
Landscape Architect: A. Y. Retiwalla.
Photographer: Ishita Sitwala


READ MORE

error:
id_IDIndonesian