Rumah ini lahir dari transformasi sebuah reruntuhan yang telah menjadi bagian dari lanskap selama puluhan tahun. Namanya terinspirasi dari burung blackbird yang memberi identitas pada desa lama tersebut, sebuah referensi yang tercermin dalam detail-detail seperti patung di atas pintu masuk dan lukisan dekoratif yang menjadi penghormatan bagi burung-burung itu.
Rumah ini dirancang dengan mengacu pada area penjemuran gandum tradisional (threshing floor) yang dahulu ada di lokasi tersebut, yang kemudian memengaruhi organisasi ruangnya. Kamar tidur dan ruang keluarga disusun mengelilingi rongga-rongga strategis pada massa bangunan, memungkinkan cahaya alami masuk dengan karakter yang berbeda sepanjang hari. Beberapa bukaan ditempatkan secara khusus untuk membingkai pemandangan Kastel Ourém, memperkuat hubungan proyek ini dengan konteks sejarahnya.

Dibangun di atas struktur yang telah ada sebelumnya, “Casinha da Melroeira” yang berlokasi di Ourém mengusung bahasa bentuk volumetrik yang sama dengan “Casa da Melroeira” yang berada di lahan sebelahnya. Kedua rumah tersebut terhubung melalui bentuk pentagonalnya, namun berbeda dalam skala dan relasinya terhadap konteks sekitar, sebagai hasil dari interaksi masing-masing dengan lingkungan terdekatnya.

Proses perancangan hunian ini menjadi sangat unik karena kedekatan arsitek dengan lokasi tersebut serta citra reruntuhan yang telah lama menjadi bagian dari lanskap Casa da Melroeira—rumah sang arsitek sendiri. Bobot simbolis dari reruntuhan itu selalu dikaitkan dengan usia bangunan yang tua, namun yang paling utama adalah keberadaan area penjemuran gandum yang dahulu terletak di depan rumah, dekat jalan umum. Elemen inilah yang menjadi titik awal perancangan Casinha: sebuah rumah yang berkembang mengelilingi pusat tersebut, dengan ruang-ruang utama—kamar tidur dan ruang keluarga—menghadap ke arahnya.

Secara volumetrik, batas-batas struktur lama tetap dipertahankan. Mengingat ukuran lahan yang terbatas, rongga-rongga yang dipahat pada massa bangunan memungkinkan terciptanya beragam ruang luar yang melengkapi fungsi interior. Rongga-rongga ini sengaja tidak dipotong secara ortogonal terhadap dinding luar. Orientasinya ditentukan berdasarkan pencarian sudut datang cahaya alami yang berbeda, sehingga ruang-ruang di dalam rumah dapat menghadirkan suasana yang berubah sepanjang hari. Selain itu, posisi beberapa bukaan, khususnya di ruang kerja dan kamar mandi lantai dua yang diarahkan secara strategis menuju Kastel Ourém, menciptakan bingkai pemandangan bagi penghuni di dalam rumah.

Karena rumah ini tidak dirancang untuk klien tertentu, tantangan utama justru terletak pada objek rumah itu sendiri: mempertahankan memori dan kehadirannya dalam konteks lingkungan sekitar sambil mengeksplorasi hubungan antara tubuh, kehidupan keluarga, dan ruang yang kompak, tanpa mengorbankan kualitas koneksi spasial maupun kenyamanan setiap ruang.

Di sisi lain, kondisi tersebut juga memungkinkan proyek ini menjadi sebuah eksperimen—tidak hanya dalam aspek desain, melalui detail-detail yang diekspresikan pada elemen metal eksterior seperti kotak surat, railing, gargoyle, cerobong asap, hingga tempat penyimpanan kayu bakar, tetapi juga dalam solusi teknis dan konstruksi yang memungkinkan kesinambungan visual antara dinding dan atap bangunan.

Ketika berbicara tentang rumah, kita hampir selalu mengaitkannya dengan rasa aman dan ruang yang secara emosional mendukung kesejahteraan penghuninya. Saat memasuki Casinha, kehadiran ruang dengan plafon dua tingkat yang memanfaatkan bentuk pentagonal bangunan segera menciptakan pengalaman ruang yang terasa luas, diperkuat oleh kedalaman dan ketinggian ruang tersebut. Dari sana, ruang kemudian mengalir menuju area-area lain yang, sebagai kontras dari kesan pertama, menghadirkan skala yang lebih intim dan memeluk penghuninya.

Di bagian interior, rumah ini hidup melalui keberagaman ruangnya. Namun, objek-objek yang mengisinya juga memegang peranan penting. Beberapa furnitur diperoleh dari toko barang antik, elemen-elemen alami digunakan sebagai dekorasi, dan sejumlah objek kerajinan dibuat sendiri oleh sang arsitek. Di antaranya adalah patung burung blackbird yang ditempatkan pada ceruk di atas pintu masuk; sebuah referensi terhadap desa “Melroeira” yang dinamai dari banyaknya burung blackbird di kawasan tersebut—berbagai lukisan yang menggambarkan burung blackbird maupun perspektif rumah, lampu mezzanine buatan tangan, serta lampu ruang makan hasil daur ulang. Semua elemen ini berpadu harmonis dengan dekorasi sederhana yang tersedia secara komersial, bahkan dengan kursi Shell karya Hans Wegner yang juga dibeli dalam kondisi bekas.

Keseimbangan antara memori, solusi teknis inovatif, serta praktik daur ulang dan penggunaan kembali elemen-elemen lama inilah yang memberi rumah ini tidak hanya suasana yang hangat dan nyaman, tetapi juga karakter keberlanjutan yang kuat.
See more images in the gallery below
Multiple drawings are provided below for reference
Project name: Casinha da Melroeira
Architecture Office: Filipe Saraiva - Arquitectos
Main Architect: Filipe Saraiva
Collaboration: Arq. Samuel Silva, Arq. Jéssica Casalinho
Location: Rua Nossa Senhora do Amparo No 424, Melroeira, Ourém, Portugal
Year of conclusion: 2024
Total area: 116,10 m²
Construction: L&L
Inspection: Martins & Reis, Lda.
Engineering: Eng. Sílvia Vieira, and Eng. Carla Coutinho
Light Design: Eng. Carla Coutinho
Acoustic Design, Fluids Engineering,Thermal Engineering: Eng. Sílvia Vieira
Visual identity, Interior Design: Arq. Filipe Saraiva
Architectural Photographer: Ivo Tavares Studio
